Pencabulan Sekolah SPI

Dugaan Pencabulan Sekolah SPI, Ketidakkonsistenan Pelapor Terungkap Dalam Sidang, Ini Faktanya

Kalau ditanyakan Ketidak-konsistenan-nya itu dimana, itu terkait waktu kejadian, kapan terjadinya, dimana terjadinya itu keterangannya berubah-ubah.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Anas Miftakhudin
Kukuh Kurniawan
Salah satu saksi saat akan memasuki Ruang Sidang Cakra PN Malang untuk mengikuti jalannya sidang pemeriksaan saksi perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, Rabu (9/3/2022). 

Dua saksi yang hadir itu diperiksa secara bergantian di Ruang Sidang Cakra.

Selain dua saksi, terdakwa yang juga pemilik sekolah SPI Batu berinisial JE dihadirkan dalam persidangan. Namun terdakwa tidak diperiksa, hanya menyaksikan jalannya persidangan tersebut.

Dan hingga saat ini, majelis hakim belum memutuskan untuk melakukan penahanan kepada terdakwa.

"Jadi, agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi. Terkait alasan terdakwa tidak dilakukan penahanan, itu adalah kewenangan majelis hakim dan tentunya untuk kebutuhan pemeriksaan. Sepanjang majelis hakim menilai persidangan ini berjalan lancar dan tidak ada kendala, maka majelis hakim bisa berwenang untuk tidak melakukan penahanan," ujar Juru Bicara PN Malang Mohammad Indarto kepada TribunJatim.com, Rabu (9/3/2022).

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Batu, Yogi Sudarsono, mengungkapkan dalam sidang tersebut, pihaknya menghadirkan dua saksi.

"Dalam sidang hari ini, kami hadirkan dua saksi. Yang pertama saksi pelapor berinisial SDS, dan yang kedua adalah saksi berinisial JNT. Dan keterangan saksi yang disampaikan dalam persidangan, itu yang menjadi pertimbangan majelis hakim," terangnya.

Dirinya juga enggan menangggapi, terkait pernyataan dari kuasa hukum terdakwa tersebut.

"Kedua saksi memberikan keterangan dengan baik. Sesuai dengan apa yang ada di BAP," ungkapnya.

Yogi Sudarsono juga mengatakan, sidang berikutnya akan digelar kembali pada Rabu (16/3/2022) depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Agenda persidangan untuk pekan depan, masih pemeriksaan saksi. Karena dijadwalkan, seminggu itu ada tiga saksi yang diperiksa. Untuk saksi yang kami siapkan dan akan kita hadirkan, kurang lebih ada 11 saksi," jelasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved