Kamis, 23 April 2026

Berita Lumajang

Dinas Pertanian Lumajang Sebut Abu Vulkanik Gunung Semeru Hasilkan Jaminan Tanah Subur

Sebulan pasca Gunung Semeru erupsi, produktivitas tanah pertanian di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo diyakini makin subur.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Pemkab Lumajang
Dinas Pertanian Lumajang saat melakukan penelitian kesuburan tanah di sekitaran lereng Semeru, pasca terdampak erupsi. 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Sebulan pasca Gunung Semeru erupsi, produktivitas tanah pertanian di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo diyakini makin subur.

Diprediksi ke depan hasil komoditas pertanian dari lereng Semeru semakin meningkat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lumajang, Syaifuddin Zuhri, mengatakan ada sekitar 900 hektare lebih lahan pertanian yang diyakini akan subur.

Hasil penelitian daerah bekas erupsi membuat tanah memiliki kandungan nutrisi baru.

Tingkat kemasaman yang semula rusak kini dalam kondisi baik.

"Dari hasil uji tanah, itu kondisi tanah sekarang malah bagus karena ada mineral baru. Terus kami ukur PH 6,5-7 artinya normal," kata Syaiffudin.

Syaiffudin mengatakan, saat ini di beberapa kawasan yang tidak terlalu terdampak abu vulkanik sudah mulai bisa digunakan bercocok tanam.

Sebagaian besar petani yang lahannya terendap abu vulkanik setebal 2-20 centimeter mulai menebar bibit baru jenis tanamam holikultura.

Akan tetapi, petani yang lahannya terendam abu vulkanik di atas 20 centimeter harus lebih berbesar hati.

Mereka harus lebih telaten membersihkan endapan abu vulkanik atau menunggu tergerus secara alami.

"Prinsipnya lahan yang terdampak bisa langsung digunakan. Asal ada pasokan air. Ada kondisi yang berbeda-beda ada yang terkena endapan 2-50 centimeter. Yang kena endapan di atas 20 centi agak sulit," ujarnya.

Peremajaan tanah ini tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat lereng Semeru.

Hanya yang diharapkan, petani harus ikut menjaga kesuburan tanah.

Salah satunya memastikan tanah tidak masam dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

"Karena ini tanah baru harus ada pelapukan dengan memberikan pupuk organik untuk merangsang aktivitas biologis tanah," pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved