Jumat, 10 April 2026

Berita Blitar

Diselamatkan Kambingnya, Warga Blitar Terselamatkan dari Longsor Yang Menimpa Rumahnya

Tebing tegalan diperkirakan longsor akibat tergerus hujan seharian sehari sebelunya, dan belum reda hingga malam hari.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Warga membantu membersihkan rumah Giman yang terkena longsor di Dusun/Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Kamis (20/1/2022). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Terpaan material longsor yang menimpa rumah reotnya masih membuat Giman (68) masih gemetaran. Warga Dusun/Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar itu selamat meski longsor membuat rumahnya miring dan nyaris ambruk saat kejadian, Rabu (19/1/2022) petang lalu.

Longsor dari tebing setinggi 7 meter di dusun tersebut tidak hanya merusak rumah Giman, tetapi juga empat rumah warga lain yaitu milik Wahyudi (42), Ny Sunarti (52), Ny Paikem (62), dan Joyo Saidi (68).

Giman dan empat pemilik rumah lainnya masih waswas saat hujan deras masih turun, Kamis (20/1/2022). Sebab sehari sebelumnya, tanah longsor di kampung itu juga dipicu hujan deras hampir seharian.

Meski tidak ada rumah yang ambruk, namun para pemiliknya tidak berani menempatinya. Sebab mereka khawatir terjadi longsor susulan karena hujan hingga malam tidak juga reda. "Sampai malam kemarin hujan terus terjadi dan malah sekarang ini kian deras. Bahkan sampai petang ini hujan tetap deras," papar Kepala Desa Krisik, Aprilianto, Kamis (20/1/2022).

Menurut Aprillianto, kelima pemilik rumah korban longsor itu memang bertetangga dan berlokasi di dekat tebing yang longsor berada di belakang rumahnya. Tebing tegalan diperkirakan longsor akibat tergerus hujan seharian sehari sebelunya, dan belum reda hingga malam hari.

"Kejadiannya kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Yang terkena longsor, semuanya bagian belakang rumahnya atau dapur," paparnya.

Dari kelima rumah itu, hanya dua yang mengalami kerusakan parah, yakni rumah Wahyudi dan Giman. Untuk rumah Giman, dinding dapurnya ambruk sehingga air hujan masuk ke dalam rumahnya. "Kami sarankan agar untuk sementara menumpang di rumah saudaranya atau tetangganya yang lebih aman," ujar Aprillianto.

Rumah berdinding bambu milik Giman langsung miring ketika terkena material longsor itu. Akibatnya rawan untuk ditempati pemiliknya sebelum diperbaiki. Meski dinding bambu dapur rumahnya terbenam tanah longsor namun tak ada korban.

Dan ada cerita di balik kejadian itu. Karena sebelum terjadi longsor, sore itu beberapa ekor kambing peliharaan Giman terus mengembik. Kambing-kambing itu kemungkinan lapar karena seharian hujan sedangkan Giman belum sempat mendatangi kandang.

Giman pun mendatangi kandang di mana ada tujuh ekor kambing yang selama ini ia pelihara. Ternyata suara kambingnya itu menyelamatkan Giman.

Saat memberi makan kambingnya di dalam kandang yang berada di sisi Barat rumahnya, mendadak terdengar suara gemuruh.

"Ia tahu kejadiannya karena saat hujan itu, ia sedang memberi makan kambingnya. Tahu-tahu ia kaget saat mendengar suara gemuruh dari arah tebing. Tidak berselang lama, tebing itu longsor dan menimpa dapur rumahnya," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved