Kamis, 4 Juni 2026

Bri Lokal Bercerita

Inovasi Aplikasi E-CAMAR dari Desa Siman Kediri Raih Penghargaan Program Desa Brillian dari Bank BRI

Aplikasi yang diciptakan oleh pemuda dari Bumdes dengan nama Berkah Bhagawan ini kemudian, memenangkan salah satu program Desa Brillian dari Bank BRI

Tayang:
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: irwan sy
farid mukarrom/surya.co.id
warga Desa Siman, Kepung, Kabupaten Kediri, Pariadi, saat menunjukkan penghargaan dari Bank BRI hasil inovasi Aplikasi E-CAMAR. 

Dari 672 rumah yang mendapat air dari Bumdes Berkah Bhagawan mereka terdiri dari terbagi sebanyak 4 dusun.

Keempat Dusun yang memasang air dari Bumdes Berkah Bhagawan adalah Dusun Juwah sebanyak 84 rumah, Dusun Karetan 241, Dusun Bogorpradah 37 dan Dusun Plencing 62.

Namun karena jumlah rumah yang ditangani oleh Bumdes itu banyak.

Maka untuk memudahkan proses administrasi dalam pembayaran salah seorang Pemuda Bumdes Berkah Bhagawan membuat aplikasi dengan nama E-CAMAR (Elektronik Catat Meteran  Air).

"Aplikasi ini sudah berjalan pada Februari 2020, itu mereka menggunakan Hp Android untuk cek meter di lapangan. Setelah itu data dimasukkan ke Aplikasi dan terkoneksi dengan sekertariat berserta harga yang harus dibayarkan oleh warga," ujar Pariadi.

Selain itu menurut Pariadi dari inovasi Aplikasi E-CAMAR ini juga diikutkan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kediri.

"Kami dapat Juara 2 dari Lomba yang diselenggarakan oleh DPMPD Kabupaten Kediri dari segi inovasi teknologi tepat guna," ungkapnya.

Aplikasi ini sangat membantu Bumdes dalam melakukan pekerjaannya untuk mencatat berapa meter kubik air yang sudah dikonsumsi oleh masyarakat.

"Dengan jumlah 672 rumah kalau pakai aplikasi ini kita cukup dengan tiga petugas dan akan selesai dalam waktu 2 hari saja," jelas Pariadi.

Selain itu menurut pariadi dengan inovasi aplikasi ini masyarakat juga semakin terbantu untuk mendapatkan air bersih yang layak dengan harga yang terjangkau.

"Biasanya kalau masyarakat itu membeli air di jerigen itu seharga Rp 5-10 ribu dalam sehari. Sekarang mereka cuman keluar uang Rp 30-35 ribu untuk konsumsi satu bulan pemakaian air. Jadi masyarakat sangat terbantu dengan usaha seperti ini," terang Pariadi.

Sementara itu Septiawan selaku penemu aplikasi ini menyampaikan jika iya belajar secara otodidak untuk membuat aplikasi E-CAMAR.

"Saya hanya lulusan SMK awal belajarnya saat saya kerja itu diajari oleh teman untuk menginput data di komputer. Berawal dari situlah saya belajar akhirnya ada teman yang yang mengajari saya untuk membuat aplikasi melalui Android tanpa menggunakan coding," ujarnya.

Septiawan menyampaikan jika aplikasi ini digunakan hanya untuk internal di pengurus Bumdes.

"Setelah dapat penghargaan itu kami juga mendapat saran untuk aplikasi ini bisa berkembang hingga masyarakat melakukan pembayaran melalui money digital, seperti Ovo, Link Aja, atau Gopay, dan Platform lain," jelasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved