Bri Lokal Bercerita
Inovasi Aplikasi E-CAMAR dari Desa Siman Kediri Raih Penghargaan Program Desa Brillian dari Bank BRI
Aplikasi yang diciptakan oleh pemuda dari Bumdes dengan nama Berkah Bhagawan ini kemudian, memenangkan salah satu program Desa Brillian dari Bank BRI
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | KEDIRI - Cerdas dan inovatif adalah sebutan yang layak bagi para pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Siman, Kepung, Kabupaten Kediri.
Hal ini sesuai dengan Inovasi yang diciptakan dalam pembuatan aplikasi digitalisasi catat meter air untuk warga atau E-CAMAR (Elektronik Catat Meteran Air).
Aplikasi yang berhasil diciptakan oleh pemuda dari Bumdes dengan nama Berkah Bhagawan ini kemudian, memenangkan salah satu program Desa Brillian dari Bank BRI.
Desa Siman masuk dalam urutan 7 Desa dengan inovasi terbaik dan mendapatkan reward dari Bank BRI.
Lantas apa keistimewaan dari inovasi pemuda Bumdes Berkah Bhagawan Desa Siman, Kepung, Kabupaten Kediri?
Pertanyaan ini kemudian dijawab langsung oleh Pariadi (48) Kepala Unit Air Pengelolaan, Air Bersih Bumdes Berkah Bhagawan Desa Siman.
Menurut Pariadi jika sebelumnya pada tahun 2003 ketika Desa Siman mempunyai ide untuk melakukan pengeboran sumber air untuk warga.
Kemudian pihak Desa melakukan pemasangan pipanisasi untuk menyalurkan air ke rumah warga.
Bagi warga yang mau memasang air layaknya seperti PDAM akan dikenakan tarif pada umumnya.
Namun pemasangan pipanisasi dan air ini kurang mendapat respon baik dari masyarakat, sehingga saat itu proyek ini berhenti di jalan.
Sampai akhirnya pada tahun 2019 Kepala Desa Siman Subagyo bersama Bumdes mencari tahu potensi usaha oleh Desa.
Kepala Desa Siman Subagyo memutuskan untuk menghidupkan kembali usaha unit instalasi air dan mengatur kembali manajemen pengelolaannya.
Perlahan tapi pasti, Bumdes Berkah Bhagawan kemudian mulai mengatur kembali pipanisasi kepada warga.
Tak hanya sampai di situ, pada tahun 2021 Desa Siman mendapatkan dana hibah dari Kementerian PUPR yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan pengeboran air.
Bumdes Berkah Bhagawan mendapatkan banyak sumber air yang bisa disalurkan di 672 rumah di Desa Siman, Kepung, Kabupaten Kediri.
Dari 672 rumah yang mendapat air dari Bumdes Berkah Bhagawan mereka terdiri dari terbagi sebanyak 4 dusun.
Keempat Dusun yang memasang air dari Bumdes Berkah Bhagawan adalah Dusun Juwah sebanyak 84 rumah, Dusun Karetan 241, Dusun Bogorpradah 37 dan Dusun Plencing 62.
Namun karena jumlah rumah yang ditangani oleh Bumdes itu banyak.
Maka untuk memudahkan proses administrasi dalam pembayaran salah seorang Pemuda Bumdes Berkah Bhagawan membuat aplikasi dengan nama E-CAMAR (Elektronik Catat Meteran Air).
"Aplikasi ini sudah berjalan pada Februari 2020, itu mereka menggunakan Hp Android untuk cek meter di lapangan. Setelah itu data dimasukkan ke Aplikasi dan terkoneksi dengan sekertariat berserta harga yang harus dibayarkan oleh warga," ujar Pariadi.
Selain itu menurut Pariadi dari inovasi Aplikasi E-CAMAR ini juga diikutkan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kediri.
"Kami dapat Juara 2 dari Lomba yang diselenggarakan oleh DPMPD Kabupaten Kediri dari segi inovasi teknologi tepat guna," ungkapnya.
Aplikasi ini sangat membantu Bumdes dalam melakukan pekerjaannya untuk mencatat berapa meter kubik air yang sudah dikonsumsi oleh masyarakat.
"Dengan jumlah 672 rumah kalau pakai aplikasi ini kita cukup dengan tiga petugas dan akan selesai dalam waktu 2 hari saja," jelas Pariadi.
Selain itu menurut pariadi dengan inovasi aplikasi ini masyarakat juga semakin terbantu untuk mendapatkan air bersih yang layak dengan harga yang terjangkau.
"Biasanya kalau masyarakat itu membeli air di jerigen itu seharga Rp 5-10 ribu dalam sehari. Sekarang mereka cuman keluar uang Rp 30-35 ribu untuk konsumsi satu bulan pemakaian air. Jadi masyarakat sangat terbantu dengan usaha seperti ini," terang Pariadi.
Sementara itu Septiawan selaku penemu aplikasi ini menyampaikan jika iya belajar secara otodidak untuk membuat aplikasi E-CAMAR.
"Saya hanya lulusan SMK awal belajarnya saat saya kerja itu diajari oleh teman untuk menginput data di komputer. Berawal dari situlah saya belajar akhirnya ada teman yang yang mengajari saya untuk membuat aplikasi melalui Android tanpa menggunakan coding," ujarnya.
Septiawan menyampaikan jika aplikasi ini digunakan hanya untuk internal di pengurus Bumdes.
"Setelah dapat penghargaan itu kami juga mendapat saran untuk aplikasi ini bisa berkembang hingga masyarakat melakukan pembayaran melalui money digital, seperti Ovo, Link Aja, atau Gopay, dan Platform lain," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penghargaan-dari-bank-bri-hasil-inovasi-aplikasi-e-camar.jpg)