Berita Gresik
Terapkan Industri Ramah Lingkungan, Petrokimia Gresik Sabet Penghargaan Industri Level Lima
Upaya pengelolaan lingkungan oleh Petrokimia Gresik mendapat penghargaan Industri Level 5
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - Upaya pengelolaan lingkungan oleh Petrokimia Gresik mendapat penghargaan Industri Level 5 atau yang tertinggi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI).
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan, penghargaan ini wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan melalui penggunaan teknologi efisien dan ramah lingkungan.
Di mana setiap proses produksinya selalu mengedepankan efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan yang baik.
"Petrokimia Gresik senantiasa menerapkan prinsip industri hijau secara konsisten. Ini guna meningkatkan daya saing usaha. Selain itu, juga menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Dwi Satriyo, Jumat (3/12/2021).
Ada tiga program unggulan yang menjadikan Petrokimia Gresik kembali meraih penghargaan Level 5, yaitu upaya pengendalian pencemaran emisi NH3 (Amoniak) melalui inovasi alat The New X-Scrubber System. Alat ini mampu mereduksi emisi NH3 di Pabrik ZA I.
Baca juga: Ban Depan Meletus, Truk Boks Muatan Plastik Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
"Sehingga, inovasi ini tidak hanya mampu melindungi lingkungan sekitar dari pencemaran udara, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing usaha. Sebab, semakin sedikit emisi NH3 yang lepas ke udara, maka semakin banyak jumlah bahan baku yang dapat digunakan untuk proses produksi,” kata Dwi Satriyo.
Petrokimia Gresik juga mampu memanfaatkan air limbah sebagai air scrubber di unit Pupuk Fosfat I.
“Dengan demikian, limbah yang mestinya dibuang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” imbuhnya.
Selain itu, Petrokimia Gresik juga menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui konservasi mangrove di sejumlah daerah.
Di antaranya Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Pulau Mengare, Kecamatan Bungah.
“PRPM Mengare merupakan program pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah - Gresik. Melalui konservasi ekosistem pesisir untuk mengurangi laju abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan dan terciptanya alternatif lapangan kerja melalui ekowisata pesisir terpadu,” katanya.
“Berbagai upaya tersebut merupakan wujud nyata komitmen Petrokimia Gresik untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tandas Dwi Satriyo.
Menurutnya, hakikat pembangunan berkelanjutan bukan hanya sekadar pemberian donasi kepada masyarakat.
Sehingga pengelolaan lingkungan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui program UMKM menjadi fokus CSR Petrokimia Gresik saat ini, dan konservasi mangrove ini merupakan salah satu implementasi atas komitmen tersebut.
Sementara itu, penghargaan Industri Hijau merupakan program tahunan Kemenperin yang diberikan kepada industri nasional.
Hal itu dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan serta terbarukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pusat-restorasi-dan-pembelajaran-mangrove-yang-dikembangkan-petrokimia-gresik.jpg)