Berita Surabaya
Mbah Marsyam Girang, Satu Jam Sudah Masuk Data MBR Sekaligus Jaminan Permakanan
Kota Surabaya selama satu tahun terakhir ini makin memudahkan warganya mendapatkan layanan.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mbah Marsyam, datang tergopoh-gopoh ke rumah Ketua RT 12 Krembangan Bhakti, Mochamad Ilham Ramadhani.
Jarak lima rumah bukan penghalang bagi pria yang baru beberapa hari menginjak usia 60 tahun itu. Lansia ini cukup jalan kaki.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, dia tinggal bersama anaknya di Kampung Krembangan Bhakti.
Saat itu kondisi covid-19 di Kota Surabaya tengah mewabah.
Mbah Marsyam selama ini menggantungkan makan dari sang anak.
Pria lansia itu ingin seperti warga yang lain. Dari ekonomi sederhana bisa mendapatkan fasilitas permakanan.
Namun pria lansia ini menahan diri karena pikirnya pasti ribet menngurusnya.
"Saya takutnya jlimet ngurusnya," ucap Mbah Marsyam di hadapan Pak RT.
Saat itu sekitar pukul 10.00. Mbah Marsyam langsung disambut hangat Ketua RT 12/RW 02 Krembangan Bhakti,
Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan Ilham. Pak RT termuda di Surabaya ini mendengarkan keluhan dan curhat Mbah Marsyam.
Di saat banyak warga dan tetangga mendapatkan bantuan covid-19, Mbah Marsyam yang secara ekonomi lemah terlewatkan.
Ternyata dia belum masuk data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Selama terdata sebagai MBR, bantuan akan dialamatkan kepada mereka.
Baca juga: Maling Curi Sepeda Motor di Kosan Sawahan Kota Surabaya, Tak Ada CCTV di Lokasi
Namun saat covid menghantam dengan dibarengi mandeknya ekonomi, makin banyak warga yang belum tercover MBR.
Musibah covid mendorong sistem pendataan berbasis data riil dan faktual makin diperbaharui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-rt-mochamad-ilham-ramadhani-beberapa-waktu-lalu.jpg)