Jumat, 5 Juni 2026

Berita Kediri

Saat Pandemi Covid-19, Petani Hidroponik di Kota Kediri Terus Bermunculan

Masyarakat Kota Kediri semakin banyak yang melakukan budidaya berkebun tanaman hidroponik.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Budidaya sayuran di Kota Kediri yang ditanam dengan sistem hidroponik di dalam green house. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Masyarakat Kota Kediri semakin banyak yang melakukan budidaya berkebun tanaman hidroponik.

Berkebun hidroponik tidak butuh lahan yang luas.

Data di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, saat ini terdapat sekitar 38 kelompok tani hidroponik dengan total 50.000 titik tanam.

Imam Zarkasyi, Direktur Kediri Lebih Makmur (KLM) AgroHub, optimistis tahun depan jumlah titik tanam hidroponik bisa mencapai 100.000 titik.

"Angka tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kota Kediri dnn sekitarnya," ujar Imam Zarkasyi, Rabu (17/11/2021).

Budidaya hidroponik untuk bisnis harus diiringi dengan penambahan titik tanam karena berpengaruh dengan pengeluaran produksi dan omset yang akan didapat.

Apalagi sayuran hidroponik selama ini harganya tidak mengalami banyak fluktuasi.

Baca juga: Cuaca Tak Mendukung, Kompetisi Internal Persebaya Ditunda Hingga 18 November 2021

Malahan saat pandemi Covid 19 petani hidroponik masih mampu tetap bertahan, bahkan cepat dalam pemulihan ekonomi.

Kepala DKPP Kota Kediri Mohammad Ridwan menjelaskan, masa tanam tanaman hidroponik relatif singkat sehingga perputaran modal juga cepat.

Sehingga budidaya hidroponik dapat menjadi salah satu opsi.

Petani hidroponik Kota Kediri saat ini tergabung dalam Komunitas Hidroponik Kota Kediri (Kohikari) binaan DKPP Kota Kediri.

Petani juga sering menjadi narasumber bagi mahasiswa yang ingin belajar tentang budidaya hidroponik.

Malahan saat ini ada 21 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jurusan Agroteknologi belajar langsung di beberapa green house di Kota Kediri selama 2 pekan.

Kegiatan dibagi menjadi 2 gelombang merupakan hasil kerja sama dari Kediri Lebih Makmur (KLM) AgroHub Kota Kediri salah satu anggota Komunitas Hidroponik Kota Kediri (Kohikari) dan UNS.

Kota Kediri menjadi jujugan mahasiswa karena hanya di Kota Kediri yang sudah memiliki kurikulum pembelajaran hidroponik.

Agus Fatoni, salah satu anggota Kohikari yang juga pegawai DKPP Kota Kediri menjelaskan, kurikulum terdiri dari beberapa materi mulai dari persiapan tanam sampai hal-hal yang perlu diperhatikan pada pertanian hidroponik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved