Senin, 20 April 2026

Berita Trenggalek

Tanah Longsor Kembali Jebol Dinding Rumah Warga di Kabupaten Trenggalek

Tanah longsor yang menghantam dinding rumah warga hingga jebol kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Kabupaten Trenggalek
Kejadian tanah longsor yang menjebol dinding rumah warga di Kabupaten Trenggalek, Senin (8/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Tanah longsor yang menghantam dinding rumah warga hingga jebol kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, setidaknya ada dua kejadian serupa dalam dua hari terakhir, 7-8 November 2021.

Pada Minggu (7/11/2021), tanah longsor menjebol dinding kayu rumah warga bernama Ahmad di Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan.

Setelah hujan dengan intensitas sedang-deras mengguyur wilayah tersebut beberapa jam, tebing setinggi 5 meter dengan panjang 5 meter ambrol dan menjebol dinding rumah tersebut.

Dinding yang jebol merupakan bagian dari dapur.

Baca juga: Bayi Perempuan yang Dibuang di Teras Toko Bangunan Kota Blitar Diperkirakan Baru Lahir

Proses pembersihan material tanah longsor di rumah itu berlangsung hingga Senin (8/11/2021).

Sementara hari ini, Senin (8/11/2021), kejadian serupa terjadi di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.

Penyebab longsor di desa ini pun sama.

Setelah wilayah itu diguyur hujan pada malam sebelumnya, tebing setinggi 3 meter dengan panjang 10 meter ambrol menimpa dinding bagian dapur rumah warga bernama Toiran.

"Berbagai unsur mulai dari TRC PB, relawan BPBD, TNI, Polri, Pemdes, dan masyarakat sekitar sedang bekerja bakti untuk membersihkan material," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari.

Berdasarkan catatan SURYA.CO.ID, tanah longsor yang menjebol dinding rumah warga sudah terjadi beberapa kali sejak awal musim penghujan kali ini.

Sebelumnya, dinding dua rumah juga jebol akibat kejadian yang sama.

"Iya. Kejadiannya beberapa tanah longsor terjadi di tebing dekat rumah," ujar dia.

Di Kabupaten Trenggalek, rumah-rumah dekat tebing biasanya dibangun di area pegunungan dan perbukitan.

"Meski jumlahnya tidak banyak, tapi rumah warga yang di daerah pegunungan rawan longsor," sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved