Berita Trenggalek
Kisah UMKM Minuman Herbal Buatan Warga Trenggalek Laris Manis saat Pandemi Covid-19
Sejak pandemi covid-19, bisnis yang geluti warga Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek itu makin berkembang
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami
Setelah hampir dua tahun Covid-19 menerpa, penjualan minuman herbal buatan Ulfa juga mulai melandai.
“Tapi penurunannya tak signifikan. Masih lebih tinggi dibandingkan sebelum Covid-19,” ujar dia.
Ulfa menjelaskan, kualitas bahan minuman menjadi salah satu penentu produknya laris-manis di pasaran. Tapi di luar itu, persoalan kemasan tak bisa diabaikan.
Tujuh tahun lalu, ketika memulai berjualan minuman herbal instan, Ulfa memakai bungkus plastik ala kadarnya.
“Masih lugu banget bungkusnya,” celetuk Ulfa.
Pasar produk itu pun masih berkutat di daerah Trenggalek dan sekitarnya.
Tiga tahun kemudian, ia mulai belajar soal mengemas produk yang bagus. Ia riwa-riwi ke dinas di Pemkab Trenggalek untuk belajar soal ini. Juga soal produksi hingga pemasaran.
Sejak saat itu, Ulfa memakai bungkus produk yang lebih modern. Alhasil, penjualan produknya kini merambah kota-kota besar, bahkan hingga luar negeri. Tak hanya itu, produk buatan Ulfa juga dijual di minimarket berjejaring bersama beberapa produk UMKM Trenggalek lainnya.
Dengan hasil jerih payahnya, Ulfa bersyukur produknya bisa memberi hasil yang dinilai lebih dari cukup.
“Dari berjualan ini, saya sampai bisa renovasi rumah,” celetuk Ulfa, bangga.
Ia menjelaskan, ide membuat minuman herbal instan bermula dari ketidaksengajaan. Cerita awalnya, Ulfa iseng membuat minuman herbal untuk sang suami yang menderita penyakit lambung.
Tak disangka, cita rasa minuman herbal yang ia buat saat itu cukup lumayan. Ia pun tertarik untuk memproduksi lebih banyak untuk dijual.
“Saya saat itu sampai datang ke Dinas Perdagangan Trenggalek untuk belajar. Ternyata tim dari sana sampai datang ke rumah untuk mengajari cara membuat dan pengemasannya,” kisah dia.