Breaking News:

Biodata Letjen (Purn) Doni Monardo yang Dijagokan Jadi Kepala BIN: Ahli Tempur dan Tanggap Bencana

Berikut ini profil dan biodata Letjen (purnawirawan) Doni Monardo yang digadang-gadang menjadi kepala Badan Intelijen Negara (BIN)

Editor: Musahadah
Kolase Kompas.com
Letjen (Purn) Doni Monardo mantan Ketua Satgas Covid-19 yang digadang menjadi kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Berikut ini profil dan biodata Letjen (purnawirawan) Doni Monardo yang digadang-gadang menjadi kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menggantikan Jenderal (purn) Budi Gunawan

Nama Doni Monardo masuk dalam bursa calon kepala BIN bersama dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Letjen TNI Joni Supriyanto, Marsdya TNI (Purn) Dedy Permadi, Bekas Kepala Bais TNI Marsdya (Purn) Kisenda Wiranata dan Mayjen TNI (Purn) Hartomo.

Doni dan sejumlah nama itu semua masuk ke dalam bursa calon Kepala BIN karena dianggap memiliki kemampuan dan pengalaman intelejen.  

Analis politik sekaligus Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menyebut kapasitas intelejen sebagai kriteria yang harus dimiliki untuk menjadi calon kandidat Kepala BIN

Kapasitas tersebut harus melingkupi kemampuan mengolah data, mencari data dan memvalidasi data untuk kepentingan pembuatan kebijakan pemerintah.

Baca juga: Berikut Nama-nama Pesaing Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI atau Kepala BIN, Siapa Terkuat?

“Siapa yang layak untuk duduk jadi Kepala BIN saya kira basisnya adalah basis kapasitas (Intelejen). Kemampuan dalam mengolah data, mencari data, dan memvalidasi data, sehingga data itu bisa digunakan sebagai basis pijakan pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan,” kata Arif, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Menurut Arif, figur-figur tersebut memang tercatat memiliki kapasitas dan pengalaman dalam dunia intelijen. 

Namun lantara jabatan Kepala BIN ini tidak lepas dari muatan politis, ia menambahkan kapasitas intelejen juga harus dibarengi dengan dukungan politik. 

“Kalau dilihat dari basic-nya sebagai intelejen tentara (TNI), tentu saja semua memiliki pengalaman dalam dunia intelijen," ujarnya. 

"Tetapi kemudian bahwa Kepala BIN ini bisa dibilang memiliki muatan politis, tentu saja kapasitasnya harus dibarengi oleh back up politik sehingga dia layak dan dipilih pak Jokowi menjadi Kepala BIN,” pungkas Arif.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved