Breaking News:

Berikut Nama-nama Pesaing Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI atau Kepala BIN, Siapa Terkuat?

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa tak hanya digadang-gadang menjabat Panglima TNI, tapi juga Kepala Badan Intelijen Negara (BI

Editor: Musahadah
Youtube TNI AD
Jenderal Andika Perkasa saat video conference dengan Angkatan Darat Australia membahas latihan perang. Jenderal Andika Perkasa dijagokan jadi Panglima TNI atau Kepala BIN. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa tak hanya digadang-gadang menjabat Panglima TNI, tapi juga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Untuk menjabat Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa diperkirakan akan bersaing ketat dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono

Sementara sebagai kepala BIN, selain Jenderal Andika Perkasa, ada nama-nama lain seperti , Marsdya (Purn) Dedy Permadi, Letjen (Purn) Doni Monardo, dan Marsdya (Purn) Kisenda Wiranata. 

Analisis ini disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Action (CISA) Herry Mendrofa, dikutip dari Tribunnews (grup surya.co.id), Senin (25/10/2021).

Menurutnya, Presiden Jokowi sepertinya masih memiliki sejumlah pertimbangan tersendiri terkait belum diputuskan "nama" dalam kasus ini.

Baca juga: Jokowi Disebut Akan Pilih Calon Panglima TNI yang Terbaik, Andika Perkasa atau Yudo Margono?

"Presiden adalah sosok yang memiliki hak prerogratif untuk memilih Panglima TNI, pastinya figur yang duduk di posisi ini tidak terlepas atas kepentingan dari Jokowi," ujarnya kepada Tribunnews.com, Senin (25/10/2021).

"Hemat saya posisi ini masih tarik ulur karena dari ketiga figur kepala staf angkatan yang menjadi calon Panglima TNI, sepertinya Jokowi sedang menghitung tentang memprioritaskan kepentingan stabilitas nasional atau mewujudkan poros maritim dunia. Artinya antara KSAD atau KSAL," ujar Herry.

Sementara untuk isu pergantian Kepala BIN, ia mengingatkan Jokowi agar siapapun yang memimpin lembaga telik sandi tersebut adalah figur yang memiliki kapasitas intelijen yang kuat dalam konteks penyelidikan, pengamanan dan koordinasi ihwal intelijen

"Tentunya yang tepat menjadi Kepala BIN adalah figur yang memiliki kapasitas intelijen yang kuat dalam konteks penyelidikan, pengamanan dan koordinasi ihwal intelijen."

"Dalam beberapa momentum, BIN sering kecolongan mulai data pribadi Presiden yang bocor, data penduduk penting lainnya juga ikut bocor dan persoalan lainnya. Soal ini harus dievaluasi dan dibenahi," kata Herry.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved