Berita Malang Raya
Produk Unggulan Pondok Pesantren Bani Syihab Malang Masuk 10 Besar Pesantrenpreneur Pemprov Jatim
Produk unggulan Pesantren Bani Syihab Malang yang mengantarkan mereka menjadi semifinalis bersama sembilan pondok pesantren lainnya dari Jawa Timur.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MALANG - Pondok pesantren Bani Syihab Malang berhasil masuk 10 besar Kompetisi Bisnis Pesantrenpreneur yang digagas oleh Pemprov Jatim dalam program One Pesantren One Product (OPOP).
Produk unggulan Pesantren Bani Syihab Malang yang mengantarkan mereka menjadi semifinalis bersama sembilan pondok pesantren lainnya dari Jawa Timur ialah 'Bilqis' Banana Chips.
'Bilqis' Banana Chips ini merupakan keripik pisang yang diolah secara baik dengan bahan pokok pisang pilihan, sehingga karena rasa dan juga kemasannya yang patut diperhitungkan, akhirnya dapat mengantarkan Pondok pesantren Bani Syihab Malang, masuk babak semifinal OPOP.
Wakil Ketua pondok pesantren Bani Syihab, Nurhadi mengatakan, awal mula gagasan membuat kripik pisang ini karena ada salah satu mantan santri yang pandai membuat keripik pisang, bernama Welas. Sehingga itu ditekuni dan menjadi pembelajaran mandiri para santri.
"Berawal tahun ini kami tekuni memproduksi Banana Chips ini, itu bermula dari alumnus santri yang bertempat di lingkungan pondok di kompleks, kini jadi dosen di Malang. Kami manfaatkan supaya ilmunya bisa dikembangkan di pondok.
Kami minta beliau mengajarkan pada anak-anak secara periodik. Karena kami punya target anak santri pondok kami selain menguasai ilmu fiqih dan berakhlaqul karimah tapi juga mandiri," kata Nurhadi, Kamis (21/10/2021).
Meski rasa belum sempurna dan belum bisa sama persis dengan rasa keripik pisang buatan Bu Welas, namun Nurhadi percaya berjalannya waktu akan sempurna.
"Memang ilmunya itu tidak sama dengan pembuatan kripik pisang yang dibuat Bu Welas, karena bumbu racikannya itu belajar beberapa kali tetap beda dengan yang buat langsung. Namun nanti lama-lama akan sama, inikan masih proses belajar dan belum terbiasa," ujarnya.
Terkait keunggulan produk 'Bilqis' Banana Chips ini, Nurhadi menuturkan selain rasanya yang lezat dan renyah, secara kemasan, produk pondok pesantrennya juga tak kalah dengan produk kripik-kripik lain yang dijual di pasaran.
"Kami pastikan rasa produk kami beda dengan pondok-pondok lain. Selain beda dengan pesantren lain, Banana Chips kami juga beda bahan bakunya. Bahan bakunya kami pakai pisang Ambon. Pisang Ambon itukan harganya lebih mahal dibanding pisang lain.
Di sampaing mahal, untuk bulan bulan ini sulit untuk mendapatkan pisang Ambon. Dari racikan bumbunya disamping ada beberapa rasa, original dan karamel, itu racikan bumbunya memang beda.
Tidak sekedar garam saja, tapi ada racikan lainnya. Kelebihan lainnya secara kemasan kalau di adu di kelas supermarket itu sudah berani bersaing," jelas Nurhadi.
Soal tantangan membuat dan mengembangkan produk ini, terbentur pada basic para santri yang harus mulai diajak menyukai pembelajaran ini. Bahkan supaya materi pembelajaran keterampilan ini dapat digemari para santri, pondok pesantren memasukan ini pada kurikulum pembelajaran.
"Karena di pondok kami inikan basicnya pendidikan ke dalam, bukan Bording school atau pendidikan sekolah, jadi tantangan kami bagaimana bisa mewujudkan anak-anak punya kemandirian.
Karena mereka fokusnya memang di keilmuan akhirat, tapi disisi lain kami ingin juga bisa membuat anak-anak mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/produk-unggulan-pondok-pesantren-bani-syihab-malang.jpg)