Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

Eri Cahyadi Optimistis Pemerintah Pusat Turunkan Level PPKM di Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan PPKM Level 3 yang berlaku di Surabaya dikarenakan terpengaruh wilayah lain

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Dengan meningkatnya capaian vaksinasi, maka Surabaya Raya bisa mengalami penurunan level.

Oleh karena itu, ada sejumlah tempat wisata hingga kesenian yang bisa dibuka. 

"Saya kepikiran dengan taman dan (tempat) kesenian. Kalau secara virtual, tentu tak bisa maksimal. Kalau bisa turun, maka kami bisa buka dengan menggunakan proses ketat," katanya. 

Selain berharap penurunan level, Pemkot juga berupaya untuk mengusulkan tambahan tempat wisata untuk bisa ikut uji coba pembukaan ke Kementerian Pariwisata. 

"Kami sudah diskusi dengan Kementerian, bagaimana uji coba (pembukaan) bisa ditambah untuk destinasi (wisata) yang lain," kata Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti. 

Ada sejumlah tempat wisata di Surabaya yang siap buka untuk bisa ikut uji coba pembukaan, di antaranya, sejumlah Museum yang dikelola Pemkot Surabaya

Saat ini, Pemkot Surabaya mengelola tujuh Museum, di antaranya, Museum Sepuluh November, Museum WR Supratman, Museum Surabaya, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum dr Soetomo, Museum pendidikan, dan Museum Olahraga Surabaya. Kemudian, Museum Tugu Pahlawan. 

Ada juga sejumlah tempat wisata lainnya yang ikut diusulkan. Yakni, wisata air Kalimas hingga Atlantis Land. 

Memastikan kesiapan hal ini, masing-masing tempat wisata telah mengikuti assesment untuk mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) di Kementerian Pariwisata. 

"Ada banyak (yang telah mengurus CHSE). Beberapa di antaranya yang kami kelola. Seperti Museum, Kalimas, Kenjeran, Atlantis, beberapa tempat yang lain," kata Antiek. 

Ada sejumlah penilaian dalam asesmen tersebut. Misalnya, SOP protokol kesehatan (prokes), kapasitas ruangan, penanganan apabila ada pengunjung ada yang sakit hingga penggunaan energi (listrik dan air).

"Ini bagian dari (persyaratan) CHSE. Termasuk, jumlah pengunjung. Ada Asesmen juga. Jadi, akan dilihat, jumlah pengunjung, jalur masuk dan keluar, hingga penerapan 3M," katanya. 

Selain itu, pihaknya juga memastikan kesiapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. "Ada sejumlah tempat yang sudah dapat barcode untuk aplikasi ini, tinggal menunggu regulasi (boleh buka)," katanya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved