Berita Surabaya
Eri Cahyadi Optimistis Pemerintah Pusat Turunkan Level PPKM di Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan PPKM Level 3 yang berlaku di Surabaya dikarenakan terpengaruh wilayah lain
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
SURYA.co.id, SURABAYA - Pemkot Surabaya optimistis level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya bisa menurun.
Mengingat berbagai indikator di Surabaya yang disebut terus membaik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan PPKM Level 3 yang berlaku di Surabaya dikarenakan terpengaruh wilayah lain, yakni, capaian vaksinasi di kabupaten/Kota tetangga yang masih rendah sekalipun capaian di Surabaya sudah di atas 100 persen.
Pihaknya berharap pada pengumuman pemerintah pusat yang akan disampaikan hari ini, Senin (18/10/2021), Surabaya telah turun level. Bisa menjadi level 2 atau bahkan level 1.
"Harapannya, sore ini (pengumuman) bisa turun level," kata Cak Eri di Surabaya, Senin (18/10/2021).
Cak Eri menjelaskan bahwa kasus Covid-19 telah menurun bahkan hampir seluruh kawasan di Surabaya telah masuk zona hijau.
Selain itu, capaian vaksinasi untuk disisi pertama juga melampaui 100 persen.
Menyusul dosis kedua yang nyaris menyentuh 90 persen.
Pun demikian dengan vaksinasi untuk lansia yang menyentuh 90 persen.
Ini menjadi salah satu yang tertinggi dibanding beberapa daerah lain di Jatim.
Sayangnya, saat ini pemerintah pusat justru menunjuk Kota Blitar sebagai Kota untuk uji coba pertama PPKM level 1.
"Lha kok yang jadi percontohan dari kota lain padahal jumlah vaksin kita paling tinggi. Vaksin lansia paling tinggi. Dosis 2 dan pelajar paling tinggi. Terus yang kedua, tracing, testing, treatment, juga tinggi. Penurunan BOR juga tinggi," katanya.
Menurutnya, Surabaya hanya terkendala capaian vaksinasi di daerah tetangga yang masuk aglomerasi Surabaya Raya yang masih rendah.
Oleh karena itu, pihaknya mendukung vaksinasi di kabupaten/Kota tetangga.
Misalnya, dengan menyebar tenaga kesehatan dan mobil vaksin. Ini dilakukan di Sidoarjo hingga Bangkalan.
Dengan meningkatnya capaian vaksinasi, maka Surabaya Raya bisa mengalami penurunan level.
Oleh karena itu, ada sejumlah tempat wisata hingga kesenian yang bisa dibuka.
"Saya kepikiran dengan taman dan (tempat) kesenian. Kalau secara virtual, tentu tak bisa maksimal. Kalau bisa turun, maka kami bisa buka dengan menggunakan proses ketat," katanya.
Selain berharap penurunan level, Pemkot juga berupaya untuk mengusulkan tambahan tempat wisata untuk bisa ikut uji coba pembukaan ke Kementerian Pariwisata.
"Kami sudah diskusi dengan Kementerian, bagaimana uji coba (pembukaan) bisa ditambah untuk destinasi (wisata) yang lain," kata Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti.
Ada sejumlah tempat wisata di Surabaya yang siap buka untuk bisa ikut uji coba pembukaan, di antaranya, sejumlah Museum yang dikelola Pemkot Surabaya.
Saat ini, Pemkot Surabaya mengelola tujuh Museum, di antaranya, Museum Sepuluh November, Museum WR Supratman, Museum Surabaya, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum dr Soetomo, Museum pendidikan, dan Museum Olahraga Surabaya. Kemudian, Museum Tugu Pahlawan.
Ada juga sejumlah tempat wisata lainnya yang ikut diusulkan. Yakni, wisata air Kalimas hingga Atlantis Land.
Memastikan kesiapan hal ini, masing-masing tempat wisata telah mengikuti assesment untuk mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) di Kementerian Pariwisata.
"Ada banyak (yang telah mengurus CHSE). Beberapa di antaranya yang kami kelola. Seperti Museum, Kalimas, Kenjeran, Atlantis, beberapa tempat yang lain," kata Antiek.
Ada sejumlah penilaian dalam asesmen tersebut. Misalnya, SOP protokol kesehatan (prokes), kapasitas ruangan, penanganan apabila ada pengunjung ada yang sakit hingga penggunaan energi (listrik dan air).
"Ini bagian dari (persyaratan) CHSE. Termasuk, jumlah pengunjung. Ada Asesmen juga. Jadi, akan dilihat, jumlah pengunjung, jalur masuk dan keluar, hingga penerapan 3M," katanya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan kesiapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. "Ada sejumlah tempat yang sudah dapat barcode untuk aplikasi ini, tinggal menunggu regulasi (boleh buka)," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wali-kota-surabaya-eri-cahyadi-pakai-batik-lagi.jpg)