Breaking News:

Berita Magetan

Sudah Terima BOS Rp 600 Juta, SMA di Magetan Tetap Tarik Iuran kepada Wali Murid

Adanya tarikan itu diduga terjadi di SMAN 2 Magetan dan diakui salah satu wali murid, Sandy Wijaya, Sabtu (16 /10/2021) lalu.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Gedung SMAN 2 Magetan. Adanya tarikan iuran dikeluhkan wali murid. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan tegas melarang sekolah tidak melakukan pungutan kepada orangtua siswa dalam bentuk dan nama apapun.

Kenyataannya, dalam situasi sulit selama pandemi Covid-19, ternyata ada sekolah yang memberlakukan tarikan atau pungutan kepada wali murid dengan dalih untuk pembangunan areal parkir.

Adanya tarikan itu diduga terjadi di SMAN 2 Magetan dan diakui salah satu wali murid, Sandy Wijaya, Sabtu (16 /10/2021) lalu. Sandy yang anaknya duduk di kelas III di SMAN itu mengaku ada permintaan tarikan dari pihak sekolah.

"Alasan pungutan kepada orangtua murid, adalah untuk membuat tempat parkir sekolah. Padahal tempat parkir sudah ada sejak dulu.Tempat parkirnya juga sudah permanen dan relatif bagus," kata Sandy kepada SURYA.

Dituturkan Sandi, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 2 Magetan, Lamin, pernah mengakui kalau sekolahnya telah menerima dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) relatif besar. Namun BOS yang diterima itu, menurut kasek, tidak cukup untuk membangun tempat parkir.

"Kasek SMAN 2 Magetan mengaku sendiri di depan wali murid, kalau baru menerima dana BOS sebesar Rp 600 juta. Dana BOS Rp 600 juta itu pasti cukup untuk membangun tempat parkir. Tempat parkir sudah ada, kok kurang saja,"kata Sandy.

Sedangkan pungutan yang dilakukan SMAN 2 Magetan dengan dalih untuk membangun tempat parkir itu, sebesar Rp 60.000 per siswa kelas XII setiap bulan selama setahun. Sedangkan siswa kelas 1 total ada sekitar 210 siswa, yang terbagi tujuh kelas.

"Kalau alasan dengan nama tempat parkir, mana Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya. Ini hanya berkata terima dana BOS masih kurang untuk membuat tempat parkir. Maka kekurangan, dibebankan ke wali murid," tambahnya.

Diungkapkan sandi, untuk kelas satu dan dua (kelas X dan XI ) belum diketahui berapa pungutannya setiap bulan. Namun diperkirakan di kisaran Rp 100.000 setiap siswa, setiap bulan, selama setahun juga. Kini orangtua murid SMAN 2 Magetan kebingungan mau melapor kemana.

Padahal dengan tegas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga menginstruksikan agar mengoptimalkan penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan dana APBD Provinsi Jawa Timur dalam bentuk BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) Tahun Anggaran 2020, untuk pengganti SPP di SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur.

Sedangkan sampai berita ini diturunkan, belum didapatkan konfirmasi dari Kasek SMAN 2 Magetan, Lamin. Juga tidak didapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan atas dugaan tarikan di luar BOS itu.  ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved