Berita Blitar
Hebatnya Warga Blitar Ini, Sendirian Menopang Truk Kayu Sengon Ratusan Kilogram agar Tidak Terguling
sopir truk itu menyadari bahwa kendaraannya tak kuat menanjak dan hampir ambruk, karena saat itu posisinya sudah miring ke kiri.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, BLITAR - Tidak ada orang yang mampu menahan badan truk puluhan ton, apalagi membawa muatan, agar tidak ambruk. Tetapi warga Kabupaten Blitar bernama Mukarim (42) ini bisa sendirian mencegah truk bermuatan ratusan kayu sengon ambruk saat tidak kuat menanjak di jalur Blitar-Malang, Jumat (15/10/2021).
Aksi heroik Mukarom itu ditunjukkan saat truk nopol AG 9745 KH yang bermuatan 480 batang kayu sengon berukuran masing-masing 2 meter, mendadak miring saat menanjak di jalan menikung di dekat Jembatan Tuwuh, Desa Babadan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
Mukarom yang juga sopir truk itu menyadari bahwa kendaraannya tidak kuat menanjak dan hampir ambruk, karena saat itu posisinya sudah miring ke kiri.
Seperti reflek, Mukarom yang panik langsung keluar dari kabin kemudi dan melompat ke jalan. Karena saat itu ia merasakan badan truk sudah sangat miring karena kelebihan muatan dan segera ambruk.
Tetapi Mukarom bertindak heroik. Setelah keluar dari kabin kemudi, Mukarom tidak lantas lari dan membiarkan truknya ambruk. Warga Dusun Sidoasri, Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari itu malah mencari benda apa pun untuk menahan bak truk yang miring.
Beruntung ia menemukan sebatang bambu di sisi jalan, dan langsung dipakai menopang sisi kiri bak truknya. Ajaib, aksi sigap Mukarom itu berhasil.
Badan truk tidak jadi ambruk ke kiri, namun hanya tertahan dalam posisi miring sekitar 45 derajat di tikungan sehingga menjadi perhatian para pengendara lain.
Truk berhasil ditahan dengan batang kayu yang dipasang Mukarom secara darurat. Aksi Mukarom membikin warga dan beberapa pengendara tercengang, karena ia bertindak nekat namun sigap dan tepat agar truknya tidak ambruk.
"Kalau saya nggak nekat tadi, saya nggak tahu apa yang terjadi. Mungkin truk sudah ambruk," tutur Mukarom yang ditemui di TKP.
Sebelum atraksi kecepatan dipadukan kenekadan itu terjadi, Mukarom menuturkan bahwa ia sedang dalam perjalanan mengangkut kayu sengon dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, menuju pabrikTulunganggung.
Tempat kejadian dengan lokasi pengambilan kayu itu sekitar 7 KM. "Memang, jalannya naik lalu menikung tajam ke kiri sehabis melewati jembatan itu," ungkapnya.
Mukarom awalnya tidak menyangka kalau truk yang dikemudikannya bakal tidak kuat menanjak. Sebab biasanya truk tidak ada masalah meski diberi muatan setara dengan kayu sengon yang dibawanya saat itu.
Ia tak tahu pasti berapa berat muatannya namun yang diangkut sekitar 480 batang dengan ukuran panjang masing-masing 2 meter. Diperkirakan total muatannya sampai ratusan kilogram.
"Saat menanjak saya terasa ada yang aneh. Selain tidak kuat melaju, posisi duduk dalam kabin truk berubah atau agak bergeser. Untungnya, saya cepat sadar sehingga langsung mengambil tindakan nekat," tuturnya.
Saat melompat, Mukarom sudah memastikan truk tidak menggelinding mundur karena ia sudah memasang rem tangan (handrem). "Saya ambil apa saja di sekitar lokasi kejadian setelah keluar dari truk. Saat itu saya mendapatkan bambu dan saya pakai menahan baknya tak roboh," tambah Mukarom.
Tidak cukup sebatang bambu, Mukarom lantas nekad naik ke atas bak truknya dan mengambil beberapa balok kayu untuk menambah kekuatan menopang di sisi kiri bak truk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/truk-pengangkut-kayu-hampir-ambruk-di-blitar.jpg)