Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Gelagat Aneh Tuti Suhartini 11 Hari Sebelum Tewas Terkuak, Korban Pembunuhan Subang Buat Kakak Heran
Gelagat aneh Tuti Suhartini sebelum tewas terbunuh bersama sang putri, Amalia Mustika Ratu di rumahnya Jalancagak, Kabupaten Subang, terungkap.
SURYA.CO.ID - Gelagat aneh Tuti Suhartini sebelum tewas terbunuh bersama sang putri, Amalia Mustika Ratu di rumahnya Jalancagak, Kabupaten Subang, terungkap.
11 hari sebelum tewas, Tuti Suhartini ternyata merayakan ulang tahunnya ke 55 tahun.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, korban pembunuhan di subang ini merayakan dengan membuat nasi paket untuk dibagi-bagikan ke keluarga dekat.
Lilis, kakak Tuti Suhartini menganggap aneh gelagat Tuti tersebut, sebab selama ini adiknya tak pernah merayakan ulang tahun secara meriah.
"Pas lagi ulang tahun 7 Agustus, yang anter nasi itu suaminya, Yosef ke sini. Saya ketawa, biasa enggak begitu, tumben ulang tahun bikin nasi," ujar Lilis dikutip dari channel youtube Misteri Mbak Suci, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: 4 Fakta Yayasan Yosef Terbengkalai Akibat Kasus Subang, Nasib Karyawan Tak Jelas, Yoris Banting Stir
"Jadi dibikin itu ada daging, telur, pakai toples, terus ada pudingnya," sahut Yanti Jubaedah, menantu Tuti atau istri Yoris Raja Amanullah yang ikut dalam wawancara tersebut.
"Belum pernah (ulang tahun Tuti dirayakan), saya ketawa kok tumben ulang tahun digini-giniin," imbuh Lilis.
"Biasanya yang ulang tahun ke-54 itu tiup lilin aja," timpal Yanti.
Selain merayakan ulang tahun, Yanti juga mengungkap ada sejumlah firasat berkaitan dengan meninggalnya sang mertua dan adik ipar.
Dengan wajah sedih, Yanti bercerita soal mimpi yang ia alami beberapa waktu lalu.
Bak jadi firasat, Yanti mimpi ditelepon sang mertua.
Di mimpi tersebut, Tuti mengadu ke Yanti soal kondisi Amalia.
"Mimpi juga nangis-nangis si mamah (almarhumah Tuti) minta, nelpon 'teh ke sini, ini si Amel mukanya abis, dikeroyok, dipukulin. Mama di rumah sakit'. Itu kebawa mimpi," ujar Yanti dikutip pada Jumat (15/10/2021).
Tak hanya itu, Yanti juga sempat sedih saat mimpi bertemu Tuti dan Amalia 10 hari usai keduanya ditemukan tewas.
Seolah jadi firasat, Yanti melihat Tuti dan Amalia sedang berkemas merapihkan baju ke koper.
Tingkah Tuti dan Amalia itu diakui Yanti seperti orang yang ingin pamit.
"(10 hari Tuti dan Amel meninggal) dimimpiin, enggak pamit tapi Amelnya beres-beres baju, bawa koper, mimpi sekilas itu aja. Saya nangis, Amel dan mamah cuek beresin baju," pungkas Yanti.
Tak cuma Yanti, Lilis kakak Tuti juga punya firasat aneh.

Bercerita lebih lanjut, Yanti mengenang momen jalan-jalan terakhirnya dengan Tuti dan Amalia.
Firasat Ipar Mimpi Ditelepon Tuti Sambil Menangis, Istri Yoris Bongkar Kebiasaan Amel Tiap Tidur (kolase Youtube)
Di momen tersebut, Yanti mengalami kejadian tak biasa.
Naik mobil Alphard milik Tuti, Yanti terkejut saat mendengar anaknya mengeja kata 'mati'.
Seperti diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Alphard milik mereka.
"Pas ke Agustus itu ke Bandung. Makan-makan biasa. Terus anak Saya ngeja kayak gitu di dalam mobil, ngomongin ma-ti. Minta nenek sama bibi jawab," cerita Yanti.
"Yang eja anaknya teteh ?" tanya Youtuber.
"Iya. Yang dieja kata itu (kata mati). Disuruh jawab itu (Tuti dan Amalia). Di dalam mobil itu (Alphard hitam)," imbuh Yanti.
Mengurai kecurigaan selanjutnya, Yanti mendadak terkejut saat mengingat kebiasaan Amalia.
Hal tersebut juga diketahui Lilis.
Diungkap Yanti dan Lilis, Tuti dan Amalia selalu tidur berdua.
"Mereka itu tidurnya berdua ya ?" tanya Youtuber.
"Iya. Soalnya bapaknya kan (Yosef) jarang di rumah. Jadi takut mungkin jadi tidurnya sama-sama," imbuh Lilis.
"Kalau nginep juga tidurnya berdua," ujar Yanti.
Hal tersebut memunculkan kecurigaan soal kematian Tuti dan Amalia.
Sebab berdasarkan fakta yang ada di TKP, Tuti dibunuh 5 jam terlebih dahulu sebelum Amalia meregang nyawa.
Tuti diduga dibunuh di kamar tidurnya.
Sementara menurut cerita Yanti, Tuti dan Amalia selama ini selalu tidur berdua.
"Bukan beda kamar ya ?" tanya Youtuber.
"Biasanya tidurnya suka berdua. Tapi pas malam itu enggak tahu. Soalnya enggak ada telepon, enggak ada apa," imbuh Yanti dengan wajah terkejut.
Masa Lalu Tuti Suhartini Terungkap

Masa lalu Tuti Suhartini, korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, terungkap.
Ternyata Tuti Suhartini yang tewas dibunuh bersama anaknya, Amalia Mustika Ratu adalah putri seorang mantan anggota polisi.
Hal ini diungkapkan Carman, mantan ketua RT setempat yang ikut membantu menggali makam Tuti dan Amel saat otopsi jenazah oleh Mabes Polri, Sabtu (2/10/2021).
Carman mengaku sangat mengenal keluarga Tuti, terutama sangn ayah, almarhum Urip.
"Sosok Ibu Tuti orang baik, keluarganya orang baik.
Almarhum bapak Urip juga orang baik," kata Carman.
Tak hanya tahu keluarga Tuti, Carman bahkan mengetahui masa muda Tuti Suhartini.
"Malah pacarannya juga saya tahu masih SMA terbuka," ungkap Carman.
Terkait penggalian makam Tuti dan Amel ini, Carman bersama dengan lima orang yang ditunjuk dari desa.
Mereka adalah Mamat, Wariana, Oman, Enak, Ujang.
Carman menceritakan saat itu dia kebagian mengambil mengambil jasad Tuti dan Amalia di dalam kuburan.
Carman langsung menyerahkannya ke dokter forensik yakni dr Hastry untuk kemudian diautopsi.
Selama proses autopsi berlangsung, Carman dan rekannya sesama tukang gali kubur dilarang melihat ke dalam tenda autopsi.
"Yang pertama Saya gali itu (jenazah) ibu Tuti selama 1,5 jam. Sesudah itu Saya mengambil jenazah dalam keadaan sudah membusuk dan baunya menyengat. Langsung Saya angkat ke meja autopsi. Setelah itu Saya disuruh ke luar oleh petugas kepolisian," ungkap Carman.
Selesai jasad Tuti diautopsi, Carman dan lima rekannya pun bergegas menguburkan kembali korban pembunuhan itu.
Carman lantas kembali menggali kuburan Amalia.
Terkait tugasnya sebagai penggali makam Tuti dan Amalia, Dede Oman memberi penjelasan.
Bahwa tugas sebagai penggali makam korban pembunuhan adalah perintah langsung dari desa yang bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Karenanya tak sembarangan orang bisa melakukan tugas tersebut.
"Saya sudah resmi diperdeskan menjadi pengurus makam istuning Desa Jalan Cagak, dusun 1. Saya dulu pas pembunuhan yang menggali dan menguburkan (Tuti dan Amalia). Jadi Saya sudah ada perdesnya dengan ketetapan hukum," ungkap Dede Oman.
"Setelah Saya menguburkan itu, sudah diambil alih sama Mabes, baru ada informasi mau ada penggalian. Diinformasikan oleh Polsek Jalan Cagak bahwa ada penggalian lagi," sambungnya.
Ikut dalam tim penggali kubur korban pembunuhan, Dede Oman mengungkap pengalamannya.
Usai melakukan tugasnya, Dede Oman sampai tak bisa makan selama tiga hari.
Ia juga tidak bisa tidur selama dua hari.
Hal tersebut lantaran Dede Oman teringat dengan jenazah Tuti dan Amalia.
"Saya pribadi, tiga hari Saya tidak makan, dua hari tidak tidur, keingetan terus. Karena Saya yang di bawah, ngambil (jenazah) dari bawah itu Saya, sudah basah. Bisa dibayangkan, hawa tertutup. Tiga hari itu Saya masih enek saja, kayak masih ada yang nempel," ungkap Dede Oman.
Terlebih diakui Dede Oman, momen menggali kubur dan membantu proses autopsi korban pembunuhan adalah pengalamannya yang pertama.
"Dulu mah Kita kalau lihat autopsi ulang, ah di TV. Sekarang Kita ngalamin. Bagaimana rasanya sampai malam, keinget terus sampai tidak bisa tidur," akui Dede Oman.
Turut prihatin atas peristiwa pembunuhan yang menimpa Tuti dan Amalia, Dede Oman berharap kasus tersebut cepat terselesaikan.
"Mudah-mudahan dengan autopsi ulang kembali, secepatnya terungkap," harap Dede Oman.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Cerita Menantu Mimpi Ditelepon Tuti Sambil Menangis, Istri Yoris Ungkap Firasat Malam Amel Dibunuh