Surya Militer

Cara Kerja Alat Pelumpuh Drone Paspampres yang Dipakai Saat Pembukaan PON XX Papua, Viral di Twitter

Berikut cara kerja alat pelumpuh drone yang dipakai Paspampres saat acara pembukaan PON XX Papua. Viral di Twitter.

Doc. Pusdatin Kemhan RI
Ilustrasi alat pelumpuh drone. Simak Cara Kerja Alat Pelumpuh Drone Paspampres yang Dipakai Saat Pembukaan PON XX Papua. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Berikut cara kerja alat pelumpuh drone yang dipakai Paspampres saat acara pembukaan PON XX Papua.

Baru-baru ini jagat media sosial Twitter dihebohkan dengan sosok laki-laki membawa alat berwarna hitam mirip senapan dan mengamati langit-langit di sekitar lokasi pembukaan acara PON XX Papua.

Si pengunggah menyebutkan bahwa Paspampers tengah melumpuhkan drone liar di sekitar lokasi keberadaan Presiden Joko Widodo.

"Jadi saat pembukaan #PONXXPapua2021 kemarin, ada personel Paspampres yang dilengkapi dengan senjata pelumpuh drone. Ada lebih dari 15 drone liar yang dilumpuhkan." tulis Twitter @kamto_adi.

Lantas, seperti apa cara kerja alat pelumpuh drone tersebut?

Melansir dari Kompas.com, ternyata terdapat beberapa jenis alat pelumpuh drone, salah satunya yang paling populer yaitu drone gun tactical jammer yang mengadopsi model man portable.

Jenis tersebut menyerang jalur komunikasi dan kendali drone lewat frekuensi.

Untuk menggunakannya relatif mudah dan tidak butuh pelatihan khusus, cukup membidik dan mengunci sasaran drone, kemudian gunner dapat menggiring drone hingga ke permukaan dan selanjutnya dapat diinvestigasi.

Perlu diketahui, tidak semua drone bisa langsung ditaklukan dengan perangkat tersebut, karena semakin besar drone maka power dan frekuensi yang dibutuhkan untuk melakukan jamming harus lebih besar.

Dikutip dari The Drive, pasukan keamanan Belgia menggunakan kombinasi senjata antidrone dalam acara pertemuan Presiden AS Joe Biden dan Raja Philippe dari Belgia pada 14 Juni lalu.

Dua jenis sistem anti-drone yang berbeda dibawa oleh anggota Polisi Federal Belgia, yang menembakkan proyektil jaring ke drone dan yang lainnya menggunakan gangguan frekuensi radio (RF) untuk mengganggu hubungan antara drone dan operatornya.

Salah satu senjata yang terlihat digunakan oleh Polisi Federal Belgia dalam pertemuan ini yaitu taktis dronegun, dibuat oleh perusahaan Australia DroneShield.

DroneShield mengklaim DroneGun Tactical dapat menyebabkan drone merespons melalui pendaratan vertikal di tempat atau kembali ke remote control atau titik awal, saat berhasil diganggu oleh serangan jamming multi-band radiofrequency (RF).

Halaman
123
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved