Minggu, 26 April 2026

Berita Situbondo

Di Kabupaten Situbondo, Menparekraf Sandiaga Uno Luncurkan Program Santri Digitalpreneur Indonesia

Melalui program tersebut, diharapkan menumbuhkan kemampuan para santri agar semakin kreatif, inovatif, dan adaptif

Penulis: Izi Hartono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/izi hartono
Menparekraf Sandiaga Uno Ini berjalan bersama Kiai Azaim Ibrahimy usai melaksanakan sholat Jumat di Ponpes SalafI Syafiiyah, Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jumat (17/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaunching program Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Salafiya Syafi'iya Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021).

Melalui program tersebut, diharapkan menumbuhkan kemampuan para santri agar semakin kreatif, inovatif, dan adaptif, sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian khususnya di sektor teknologi dan digital.

"Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi para santri dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dengan melibatkan para pelaku industri sebagai mentor pembimbing," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Menurutnya, kegiatan ini difokuskan pada lingkup ekonomi kreatif yang berfokus pada pengembangan konten digital dan pengelolaan Intelectual Property secara komprehensif sehingga bisa menghasilkan nilai tambah secara maksimal.

Baca juga: Pemilihan Wakil Bupati Tulungagung, Lima Partai Nyatakan Suaranya untuk Gatut Sunu Wibowo

Menurut Sandiaga, sejarah telah mencatat para tokoh ulama dan para santri dikenal sebagai pejuang di garda terdepan yang rela berkorban untuk kemerdekaan bangsa.

Bahkan, semangat dan daya juang para santri terdahulu harus tetap dikobarkan dan terus diadaptasi sesuai dengan perkembangan zaman hari ini.

"Transformasi digital adalah salah satu cara kita untuk memaknai pembangunan kemerdekaan kita. Dalam era digital seperti ini, berdakwah tidak perlu dilakukan secara konvensional karena digitalisasi membuka peluang komunikasi, digitalisasi telah menyediakan informasi yang bisa dilakukan melalui konten digital," kata Menparekraf Sandiaga.

Meski demikian, lanjut Sandiaga berharap santri dibekali dengan soft skill dan berbagai keterampilan.

"Santri bukan hanya mengerti dan melek dunia digital, tapi mampu menyiapkan diri sebagai entrepreneur seperti berjualan online dan menciptakan konten-konten yang kreatif di dunia maya," tuturnya.

Melalui program ini, kata Menteri Sandiaga Uno, para santri tidak hanya diajarkan keterampilan membuat konten, akan tetapi juga dikenalkan bagaimana bisa menghasilkan produk-produk turunan dari sebuah hasil karya digitalnya.

Ada berbagai pelatihan yang akan diberikan antara lain, Digital Creative Content, yaitu pembuatan animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

Selain itu, akan diberikan pula pelatihan mengenai Creative Audio Production, yaitu pembuatan podcast, belajar menjadi dubber atau pengisi suara, serta menjadi content creator intelectual property seperti merchandising, licensing dan activations.

Dengan demikian, pihaknya berharap ke depannya program ini dapat menghasilkan hasil karya yang dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Kita kembangkan minat dan kemampuan para santri dalam menghasilkan produk-produk yang InsyaAllah akan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah kita," kata Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan, Santri Digitalpreneur Indonesia tahun ini, merupakan pilot project dan merupakan rangkaian dalam rangka menyambut momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktoboe 2021.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved