Breaking News:

Berita Mojokerto

Tugu Alun-alun Kota Mojokerto Dibongkar, Diganti Tugu Majapahit Setinggi 45 Meter

Pemkot Mojokerto akan membangun tugu Majapahit setinggi 45 meter di pusat Alun-alun Kota Mojokerto.

Foto Istimewa Humas Pemkot Mojokerto
Sebuah alat berat excavator merobohkan bangunan Tugu Alun-alun yang akan digantikan dengan Tugu Majapahit, Kamis (9/9/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto akan membangun tugu Majapahit setinggi 45 meter di pusat Alun-alun Kota Mojokerto.

Pembangunan tugu Majapahit menyerap anggaran senilai Rp.2,8 miliar tersebut akan menggantikan tugu Alun-alun yang dibongkar, Kamis (9/9/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Bambang Mujiono menjelaskan Tugu Alun-alun akan diubah dengan bangunan tugu Majapahit setinggi 45 meter sebagai representatif kemerdekaan RI Tahun 1945.

Pembangunan ini merupakan rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto lanjutan dari pekerjaan fisik Tahun 2020 lalu.

Pihaknya akan melibatkan budayawan dalam pembangunan Tugu Majapahit tersebut.

”Sehinga unsur kemerdekaan tetap ada karena pembuatan tugu Alun-Alun melibatkan budayawan,” jelasnya Jumat (10/09/2021).

Baca juga: Peringatan Haornas, Sekjen GP NasDem : Tingkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Olahraga

Bambang mengatakan rehabilitasi Tugu Alun-alun ini juga dilengkapi tangga menyerupai umpak setinggi delapan meter dan kolam berbentuk Surya Majapahit diameter 17 meter sebagai representatif hari Kemerdekaan.

Namun, pembangunan kolam Surya Majapahit termasuk pembuatan taman dan Lanscape masuk dalam rehabilitasi proyek Alun-Alun tahun 2022.

”Rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran yang dilanjutkan Tahun 2022," ungkapnya.

Menurut dia, rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto berupa tugu Majapahit telah kontrak dengan pemenang lelang CV Indra Prasta, pada 26 Agustus 2021.

"Pengerjaan deadline 120 hari sehingga diperkirakan rampung pada Desember 2021," bebernya.

Ditambahkannya, perobohan tugu Alun-alun Kota Mojokerto termasuk bangunan teks Proklamasi telah sesuai prosedur.

Pasalnya, teks proklamasi yang bertuliskan Soekarno-Hatta bukan termasuk kategori prasasti sejarah.

"Tulisan teks proklamasi bukan dari bahan marmer melainkan semen biasanya yang diadopsi dari bentuk aslinya saat penyerahan kedaulatan dan keamanan wilayah Kota Mojokerto, pada 5 September 1949 silam," tandasnya.

BACA BERITA MOJOKERTO LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved