OTT KPK di Probolinggo

Isi Maklumat MUI Probolinggo Soal Penangkapan Bupati Puput Tantriana dan Suami, Eks Rival Bersuara

Ditangkapnya Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suami yang juga anggota DPR RI Hasan Aminuddin, ditanggapi Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Editor: Musahadah
Tribunnews/Irwan Rismawan
Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 8 orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait kasus jual beli jabatan di Pemkab Probolinggo. MUI Probolinggo keluarkan maklumat. 

Kemudian, satu unit koper ke dua dibawa pada pukul 19.16 WIB. Ukuran koper ke dua lebih kecil ketimbang koper pertama.

Terakhir, sebanyak tiga unit koper dibawa ke dalam mobil sekira pukul 19.27 WIB. Sehingga, totalnya ada lima koper yang dibawa Tim KPK.

Tak hanya itu, sekira pukul 14.00 WIB, anggota Polres Probolinggo membawa mesin penghitung uang.

Mesin penghitung uang itu di bawa ke dalam rumah pribadi Tantri.

Sementara, proses penggeledahan di rumah Tantri dilakukan sedari 11.00 WIB, Kamis (2/9/2021).

Artinya, kegiatan penggeledahan memakan waktu selama 9 jam. 

Berdasar informasi, selain rumah pribadi Tantri, Tim KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Pemkab Probolinggo, rumah dinas atau pendopo, dua kantor kecamatan, dan satu kantor desa. 

Dinasti politik

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari bersama suaminya yang juga Anggota DPR RI, Hasan Aminuddin tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (30/8/2021). Keduanya memilih bungkam saat dicegat wartawan.
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari bersama suaminya yang juga Anggota DPR RI, Hasan Aminuddin tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (30/8/2021). Keduanya memilih bungkam saat dicegat wartawan. (tribunnews.com)

Abdul Malik Haramain, eks rival Puput Tantriana Sari saat maju di Pilkada Probolinggo 2018 menyebut kasus hukum yang menimpa Bupati Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, tidak lepas dari dinamika politik yang terjadi sebelumnya.

Termasuk terbangunnya dinasti politik di Kabupaten Probolinggo.

Tantri diketahui menjadi Bupati Probolinggo menggantikan suaminya yang lebih dulu memimpin Probolinggo selama dua periode.

"Saya harap ini menjadi pengalaman kepada kita semua. Kita ambil pelajaran dari peristiwa ini bahwa menentukan kepala daerah itu tidak mudah. Kita butuh seleksi yang jernih sehingga bisa menghasilkan politikus yang benar-benar dibutuhkan rakyat," kata Malik yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Probolinggo, kepada Kompas.com melalui sambungan ponsel, Jumat (3/9/2021).

Malik menyayangkan dan prihatin atas peristiwa hukum yang dialami oleh Tantri dan Hasan, terkait kasus jual beli jabatan pejabat kepala desa.

Sebab, saat ini Probolinggo masih berada dalam proses pembangunan dan pemulihan karena kondisi yang terpuruk akibat Covid-19.

"Saat ini kita bersama menangani Covid-19 dan ada peristiwa hukum yang membuat kita sedih dengan OTT bupati," ujar mantan anggota DPR RI ini.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved