Lifestyle

TIPS SEHAT - Pola Makanan yang Benar bagi Pasien Isoman Covid-19 Dianjurkan Ahli Gizi Unair

Ahli gizi  Universitas Airlangga (Unair) Dr Annis Catur Adi Ir MSi memberikan tips pola makanan bagi pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
kompas.com/shutterstock
Ilustrasi makanan bergizi. Pasien isoman covid-19 dianjurkan mengasup makanan 25 persen lebih banyak daripada orang normal. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ahli gizi  Universitas Airlangga (Unair) Dr Annis Catur Adi Ir MSi memberikan tips pola makanan bagi pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Menurut bagian Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat ini, terdapat tiga prinsip makanan yang harus diterapkan ketika dalam kondisi sakit. Meski gejala ringan, pasien Isoman memerlukan pengaturan makan yang benar.

Hal ini diperlukan memperoleh asupan yang memadai, mempercepat penyembuhan dan menjaga tidak terjadi penurunan status gizinya.

"Sehingga imunnya makin bagus dan status gizinya juga tetap bagus atau terpenuhi kebutuhan gizinya," jelasnya, Kamis sore (12/8/2021).  

Oleh karena itu, kata Annis, diperlukan makanan yang lebih daripada makanan sehari  hari saat sehat atau tidak sedang sakit.

Yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro, seperti energi dan protein, zat gizi mikro, yakni vitamin dan mineral, hingga air yang mampu meningkatkan sistem imun dan memenuhi kebutuhan zat gizi.

"Pertama, menu tinggi kalori dan protein, sebab kalori yang diperlukan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energi penderita, terutama orang isoman."

"Apalagi karena stres karena Covid 19.  Kondisi stres membuat kebutuhan energi meningkat. Dianjurkan makan setiap 2-3 jam sehingga dalam sehari bisa 4-6 kali," ujar Dr Annis.

Tak hanya itu, menurutnya, kebutuhan protein tinggi juga harus diperhatikan, karena selama menderita Covid 19 terjadi inflamasi, sehingga perlu protein lebih banyak dari normal. Diperlukan sekitar 75 -100 gram per hari.

"Sumber protein dapat diperoleh dari  telur, susu, yoghurt, keju, daging, ikan atau kacang kacangan, disesuaikan dengan kebiasaan dan kesukaan. Misalnya telur bisa 1-2 butir per hari," paparnya. 

Selain protein dan kalori yang lebih tinggi, lanjut Annis, menu dengan vitamin lebih banyak juga diperlukan.

Seperti kebutuhan vitamin C dan A dapat diperoleh dari sayur sayuran maupun buah buahan. 

"Buah dan sayur berwarna biasanya memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi.

Penggunaan suplemen vitamin sebaiknya sesuai anjuran dokter atau ahli gizi agar mengkonsumsi secara bijak," katanya. 

Anjuran untuk minum lebih banyak bagi pasien isoman juga perlu diperhatikan.

Setidaknya minimal mengkonsumsi air putih sekitar 2-3 liter per hari dan minum tidak harus menunggu haus. 

"Karena selama menderita Covid biasanya kehilangan rasa. Selera makan menurun  dan fungsi pengecap menurun,  makan minuman selain air putih juga bisa lebih baik diselingi dengan jus jus buah," ujarnya.

"Bukan hanya menu sayur sop, tetapi sop yang lengkap dan protein yang cukup dan perlu ada variasi agar tidak bosan. " 

"Silahkan menu sesuai selera dan kebiasaan makannya.  Yang penting  cukup mengandung energi dan protein serta vitamin lebih banyak , 25  persen dari biasanya," tuntasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved