Berita Lamongan

Kerap Check In di Hotel Gresik dengan Wanita Penghibur, Pria Lajang Ini Pakai Uang Kotak Amal Musala

Aksi tak biasa seorang pria lajang yang kerap check in di hotel Gresik dengan wanita penghibur menggunakan uang hasil membobol kotak amal di Lamongan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Tersangka Rahmat Hidayat dan barang bukti yang diamankan polisi, Kamis (5/8/2021) sore. Pria lajang ini kerap check in di hotel Gresik dengan wanita penghibur menggunakan uang kotak amal musala. 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Aksi tak biasa dilakukan seorang pria lajang yang kerap check in di hotel Gresik dengan wanita penghibur menggunakan uang hasil membobol kotak amal di Lamongan.

Pria lajang bernama Rahmat Hidayat (30) itu mengaku sudah empat kali membobol kotak amal di musala yang ada di Lamongan.

Dari hasil mencuri uang kotak amal, Rahmat menggunakannya untuk foya-foya dan check in di hotel dengan wanita cemcemannya tersebut. 

Seperti pepatah, sepandai-pandai tupai melonpat, pasti terjatuh juga. Pepatah itu pas disematkan kepada Rahmat yang berulangkali membobol kotak amal

Saat aksi terakhirnya membobol kotak amal di Musholah Al- Falaq Dusun Gagar Lor Desa Sukobendu Kecamatan Mantup, Lamongan, ada warga memergokinya.

Rahmat pun ditangkap dan dikeler ke kantor polisi. Dari hasil pemeriksaan, penyidik Polres Lamongan menduga, Rahmat diduga tak hanya beraksi di Lamongan saja.

Kronologi penangkapang pembobol kotal amal

Rahmat merupakan Desa Kertosari, Kecamatan Ulumuji, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dia ditangkap setelah mencongkel kotak amal Musholah Al- Falaq.

"Tersangka sudah empat kali beraksi di Lamongan, dan yang kelima tertangkap basan saat membobol kotak amal di Musholah Al-Falaq Sukobendu, " kata Kasubbag Humas Polres Lamongan, Iptu Estu Kwindardi kepada SURYA.co.id, Jumat (6/8/2021).

Pelaku beraksi sembari menyaru hendak salat Ashar. Namun kedatangan orang asing di Musholah itu dicurigai oleh sebagain jamaah.

Benar dugaan jamaah. Usai sholat Ashar, salah satu jamaah, Pranoto (50) sengaja tidak langsung meninggalkan Musholah. Saksi sembunyi di balik tabir salah satu bagian Musholah.

"Setelah sholat Ashar, anak itu (tersangka, red) tidak langsung pulang, " kata Pranoto pada Polisi.

Begitu keluar dari Musholah, pelaku membuka jok motornya yang diparkir di depan Musholah dan mengeluarkan obeng.

Dengan menenteng obeng, tersangka bergegas masuk ke Musholah dan beraksi mencongkel kotak amal dan menguras isi kotak amal.

Mendapati pelaku merusak kotak amal dan mencuri uang yang ada di dalamnya, saksi yang seorang diri itu tidak langsung mengamankannya.

Ia menghubungi polisi yang sedang patroli. Sebelum tersangka jauh membawa motornya, Honda Beat warna merah nopol W 6851 AE, pelaku diamankan polisi.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan 1 unit motor Honda Beat, 1 buah obeng warna kuning, tas hitam berisi uang kotak amal sebesar Rp.1.336.400.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan, tersangka sebelumnya sudah 4 kali mencuri di Lamongan, dengan sasaran Musholah.

Di antaranya, Musholah belakang Plaza Lamongan, belakang Diler Kawasaki, belakang Lapas dan belakang Terminal Lamongan. Nahas yang ke lima di Sukobendu, aksinya tertangkap.

Pemuda ini sejatinya tidak pengangguran. Ia bekerja di salah satu konter di Gresik.

Namun tuntutan hidupnya yang setiap hari harus membiayai perempuan penghibur, memaksa tersangka harus mencari tambahan dengan cara yang tidak halal.

"Lha tersangka ini tidak ngekos, tapi menginapnya di salah satu hotel di Gresik, " kata Estu.

Dugaannya uang yang dipakai nginap di hotel dan membiayai wanita penghiburnya adalah uang dari hasil mencuri.

Kini sedang dikembangan, sebab ada kemungkinan tersangka melakukan pencurian serupa di daerah lain. Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP.

Baca berita Lamongan lainnya di SURYA.co.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved