Breaking News:

Berita Kota Batu

Riwayat Jatim Park Batu Berakhir Kalau Pandemi Memburuk Hingga Akhir 2021; Sudah Rugi Miliaran

jika kondisi terus memburuk hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan dilakukan penutupan permanen tempat wisata di bawah JTP Group

Penulis: Benni Indo | Editor: Deddy Humana
surya/benni indo
Humas JTP Group, Titik S Ariyanto. 

SURYA,CO.ID, KOTA BATU - Mesin penggerak ekonomi di Kota Batu terancam ambruk satu demi satu akibat terus terjadinya perpanjangan PPKM yang membatasi aktivitas masyarakat. Salah satu yang juga terancam tutup adalah Jatim Park (JTP) Group, yang sempat menutup beberapa kali tempat wisatanya sejak pandemi merebak pada 2020 lalu.

Meskipun sempat buka beberapa waktu, namun jumlah kunjungan masih jauh dari harapan. Sementara per bulan, manajemen harus mengeluarkan dana puluhan miliar untuk operasional.

Humas JTP Group, Titik S Ariyanto menerangkan, jika kondisi terus memburuk hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan dilakukan penutupan permanen tempat wisata di bawah JTP Group itu. Saat ini ada 15 tujuan wisata yang berada dalam manajemen JTP Group.

“Jika kondisi terus memburuk hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan akan ada tempat wisata yang kami tutup,” ujar Titik, Rabu (4/8/2021).

JTP Group telah banyak menelan kerugian. Ongkos operasional yang begitu besar tidak berimbang dengan jumlah pemasukan yang diterima. Pantauan SURYA di beberapa tempat tujuan wisata milik JTP Group, tidak ada sama sekali pengunjung yang datang.

Kendaraan yang biasanya banyak diparkir juga tidak terlihat. Di Museum Bagong, JTP 1, hanya terlihat sejumlah karyawan yang beraktivitas secara terbatas. Manajemen hanya mempekerjakan mereka selama 5 jam saja.

Apa yang terjadi di JTP Group juga terjadi di Lippo Plaza Batu. Dalam laporan SURYA sebelumnya, pihak Lippo Plaza Batu mengatakan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya jika PPKM terus-terusan diterapkan.

Direktur Lippo Plaza Batu, Suwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan kerja sejumlah karyawan sejak pandemi terjadi pada 2020. Sepanjang PPKM Darurat yang berlanjut dengan PPKM Level 4 kali ini, Suwanto mengatakan belum melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan.

Namun di sisi lain, ia waswas terhadap dampak perpanjangan PPKM Darurat. Ia menegaskan, tidak menutup kemungkinan manajemen memilih PHK karyawan jika PPKM darurat terus diperpanjang. Pasalnya, neraca keuangan perusahaan yang tidak imbang, antara pemasukan dan pengeluaran.

“Kalau terus-terusan diperpanjang akan ada PHK. Sebelumnya sudah ada yang di-PHK. Sekarang sejumlah karyawan kami rumahkan kembali. Kalau tidak ada pendapatan sama sekali, ada potensi PHK,” terang Suwanto, Selasa (3/8/2021).

Kondisi Lippo Plaza cukup memprihatinkan. Sejumlah tempat tutup total, hanya beberapa tempat yang menjual makanan dan kebutuhan rumah tangga saja yang buka. Suwanto mengatakan, tidak ada pemasukan sama sekali akibat penutupan tersebut.

Ia pun berharap pemerintah daerah bisa memberikan kelonggaran. Ia ingin aktivitas di mal kembali buka meskipun dengan sejumlah pembatasan-pembatasan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved