Virus Corona di Surabaya
Biodata Prof Hendrian Dwikoloso Wadir RSUD Dr Soetomo yang Gugur Terpapar Covid-19 dan Jasa-jasanya
Berikut ini profil dan biodata Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS, Guru Besar Unair yang meninggal dunia terpapar Covid-19.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Berikut ini profil dan biodata Prof Dr dr Hendrian Dwikoloso Soebagjo SpM (K) FICS, Guru Besar sekaligus Kepala Divisi Orbita dan Onkologi Mata, Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR yang meninggal dunia, Selasa (3/8/2021) pukul 08.11 WIB.
Prof Hendrian Dwikoloso yang juga Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia di usia 56 tahun setelah terpapar Covid-19.
Ophthalmologist dari FK Unair ini telah dirawat selama satu bulan di Ruang Isolasi Khusus(RIK 1) RSUD Dr Soetomo.
Segala upaya sudah dimaksimalkan untuk memulihkan profesor yang dikenal rendah hati ini.
Mulai dari terapi plasma konvalesen, Actemra, ventilator, ECMO dan CRRT. Bahkan terapi plasma exchange juga sudah dilakukan, namun tidak bisa menolong Prof Hendrian.
Baca juga: Ahli Onkologi Mata Fakultas Kedokteran Unair Berpulang Karena Covid-19
Secara khusus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas kepergian jenazah Prof Hendrian Dwikoloso Soebagijo dari halaman kantor RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Khofifah juga memberikan salam hormat terakhir pada sosok yang telah banyak berjasa bagi dunia kesehatan di Jawa Timur dan secara keilmuan kedokteran.
"Hari ini bersama-sama kita hadir memberikan doa kepada almarhum Bapak Profesor Dr Hendrian Subagyo Spesialis Mata Konsultan. Beliau telah dirawat 33 hari. Dan saya secara kontinyu melakukan update melalui pak Dirut RSUD Dr Soetomo, Dr Joni, terkait perkembangan kondisi beliau," kata Khofifah.
Kepergian Prof Hendrian, dikatakan Khofifah, tentu membawa kesedihan dan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar dunia kedokteran di Jawa Timur.
"Semua ikhtiar sudah dilakukan oleh tim medis secara profesional dan tadi pagi jam 8.10 WIB kita semua mendengar kabar juga ini mudah-mudahan beliau dipanggil Allah dalam keadaan khusnul khotimah seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT," tambah Khofifah.
Tidak hanya itu, secara khusus Khofifah juga memberikan penguatan pada istri almarhum Prof Hendrian, Ny Novri Susanti, dan juga ketiga anak yang ditinggalkan almarhum agar senantiasa tabah, dan tawakkal melepas kepergian Prof Hendrian.
"Beliau sudah mengajarkan berbagai ilmu kedokteran, dalam waktu yang cukup lama. Mudah-mudahan dicatat sebagai amal jariyahnya beliau disisi Allah. Dan bagi keluarga beliau mudah-mudahan diberikan kesabaran ketabahan dan kekuatan dan keikhlasan," tambah Khofifah.
Segenap jajaran Gubernur melepas jenazah Prof Hendrian dengan bacaan doa Surat Al Fatihah dan penghormatan sebagai bentuk terima kasih atas segala jasa yang telah diberikan.
Berikut ini profil dan biodata Prof Hendrian:
1. Bapak 3 anak
