Selasa, 14 April 2026

Berita Surabaya

2 Pembunuh Juragan Pakaian di Pasar Kapasan Surabaya Dikejar Polisi, Eks Karyawan yang Sakit Hati?

Pembunuh juragan pakaian di Pasar Kapasan, Surabaya, Slamet Mahmud (54) kini dalam pengejaran polisi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Musahadah
istimewa/dok.surya
Slamet Mahmud, juragan pakaian di Pasar Kapasan Surabaya seusai dibacok 2 pelaku. Slamet akhirnya meninggal dunia, Kamis (22/7/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembunuh juragan pakaian di Pasar Kapasan, Surabaya, Slamet Mahmud (54) kini dikejar polisi.

Seperti diketahui Slamet Mahmud tewas dibacok 2 orang di lantai II Pasar Kapasan, Surabaya, Kamis (22/7/2021). 

Terkait kejadian ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri Slamet sebagai pelapornya. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya,AKBP Oki Ahadian menyebut telah mengidentifikasi dua pelaku pembacokan kepada juragan toko pakaian di Pasar Kapasan Surabaya itu.

"Sudah kami identifikasi. Saat ini masih dalam pengejaran," ujar Oki, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Tabung Oksigen Abal-abal di Kabupaten Tulungagung Diisi Pakai Kompresor Selam, Bukan untuk Komersial

Dari keterangan saksi, dua orang pelaku itu diduga merupakan mantan karyawan Slamet yang sakit hati.

"Dugaan sementara motifnya dendam," imbuh mantan Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim itu.

Pasar Kapasan Surabaya langsung diserbu pengunjung di hari pertama dibuka kembali, Sabtu (17/4/2020).
Pasar Kapasan Surabaya langsung diserbu pengunjung di hari pertama dibuka kembali, Sabtu (17/4/2020). (surya.co.id/sugiharto)

Sementara itu, SM salah seorang pedagang di Pasar Kapasan Surabaya menyebut jika Slamet pernah terlibat aksi pembacokan pada tahun 2013 lalu.

"Korban ini pernah bacok orang.  2013. Gak tau ada hubungan atau tidak," ujar SM.

Sementara itu, kejadian nahas yang menimpa Slamet terjadi di lantai II Pasar Kapasan Surabaya, Kamis (22/7/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kejadiannya bermula saat warga Gembong Sawah Tengah Surabaya itu didatangi dua orang hingga mengakibatkan cek-cok.

Kanit Reskrim Polsek Simokerto, Iptu Ketut Redhana mengungkapkan, setelah cek-cok, mereka langsung berkelahi.

Karena dikeroyok membuat korban yang sempat membela diri, kalah dan akibatnya terkapar dengan luka bacok di pinggang dan kepala. 

Korban juga sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr Soewandi Tambakrejo guna mendapatkan perawatan medis. 

Tapi akhirnya nyawa pria asal Gembong Sawah itu tak tertolong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved