Breaking News:

Berita Surabaya

Curhatan Warga Surabaya Soal Langkanya Oksigen, DPRD: Kalau Pun Ada Pasti Mahal Harganya

Gas oksigen yang dibutuhkan untuk penunjang pernapasan masih saja sulit ditemukan di Surabaya, warga kebingungan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Ilustrasi - Suasana di depo pengisian tabung oksigen di Kendalsari, Rungkut, Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Keberadaan oksigen di Kota Surabaya masih langka. Gas O2 yang dibutuhkan untuk penunjang pernapasan, di saat pandemi Covid-19 di Kota Pahlawan masih saja sulit ditemukan. Warga kebingungan.

Terutama, mereka yang saat ini melakukan isolasi mandiri karena Covid-19. Sejumlah warga Surabaya masih memerlukan bantuan oksigen untuk menunjang pernapasan mereka. Sementara banyak depo pengisi dan toko penjual oksigen di Surabaya kehabisan stok.

"Banyak warga yang curhat langkanya oksigen di lapangan sampai hari ini. Kalau ada pasti mahal. Ada yang sehari habis Rp 850.000 untuk beli 8 tabung," kata Wakil Katua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, Jumat (16/7/2021).

Belakangan ini, warga hanya bisa kesal dan berlatih lebih sabar dengan situasi sulit saat ini. Mereka tidak hanya berjuang melawan pandemi Covid-19, tapi beban makin bertambah karena kebutuhan oksigen juga sulit.

Salah satu warga Surabaya yang lain juga curhat dan mengadu ke Laila terkait kebutuhan oksigen. Warga ini mengaku cemas, karena pasokan oksigen benar-benar menghawatirkan.

"Ibu, saya bingung satu hari saya antre lama dan semakin panjang. Ada yang bawa dua atau tiga tabung. Kasihan mereka hanya punya satu tabung," kata Laila menirukan keluhan warga.

Keluhan tidak berhenti di situ, Wakil Ketua Dewan ini terus dicurhati kelangkaan oksigen. Oksigen dalam situasi saat ini seakan menjadi kebutuhan pokok bagi warga yang terpapar Covid-19.

Laila kembali menirukan keluhan warga. "Tadi malam hanya satu depo yang buka. Itu pun di daerah Wiyung. Memang daerah ini buka 24 jam. Hanya depo ini yang masih ada. Depo lainnya sudah habis," tambahnya

Pimpinan DPRD ini mendesak pemerintah dan aparat harus makin tegas menegakkan aturan. Kalau produsen oksigen sudah menjamin akan ketersediaan oksigen, sebaiknya jangan sampai terjadi kelangkaan di lapangan.

Laila berharap situasi akan membaik. Dia tidak ingin kebutuhan oksigen di rumah sakit kondisinya sama seperti yang dialami warga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved