Shell ExpertConnect 2021: Penggunaan Biodiesel di Indonesia, Sekarang dan Masa Depan
PT Shell Indonesia kembali menggelar acara Shell ExpertConnect dengan topik “Penggunaan Biodiesel Sekarang dan Masa Depan”, Selasa (13/7/2021).
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - PT Shell Indonesia kembali menggelar acara Shell ExpertConnect dengan topik “Penggunaan Biodiesel Sekarang dan Masa Depan”, Selasa (13/7/2021).
Acara dihadiri 700 pelaku usaha ini dibuka Andri Pratiwa, Direktur Pelumas Shell Indonesia.
Shell ExpertConnect merupakan wadah kolaborasi dan forum diskusi tentang tren industri saat ini.
"Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang menjadi energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi," kata Andri.
Sifatnya yang degradable (mudah terurai) dengan emisi yang lebih rendah dibanding dari emisi hasil pembakaran bahan bakar fosil, menjadikan penggunaan biodiesel dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Indonesia telah memanfaatkan biodiesel sejak 2008, dan pemanfaatannya secara nasional terus dikembangkan.
Andri mengatakan, sebagai perusahaan energi dunia, Shell senantiasa mendukung penggunaan energi lebih bersih dan berkelanjutan.
"Hal ini sejalan dengan strategi global Shell ‘Powering Progress’," ujarnya.
Untuk itu Shell berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung Pemerintah dalam penggunaan energi lebih bersih dan mempersiapkan ketahanan energi.
"Melalui forum Shell ExpertConnect ini kami berharap terjadi tukar informasi, pengetahuan dan praktek terbaik untuk menyukseskan implementasi program B30 dan persiapan implementasi mandatori B40," ungkap Andri.
Hadir sebagai pembicara dalam Shell ExpertConnect kali ini Dr Riesta Anggarani, Peneliti Bahan Bakar LEMIGAS, Mohammad Rachman Hidayat, dan Product Apllication Specialist - Shell Global Commercial Technology.
Selaian itu hadir pula Fahmi Azhari Mukhlis, Deputy GM Quality Assurance Dept. Komatsu Indonesia, dan Devi Ari Suryadi, Service Manager Komatsu Marketing and Support Indonesia.
Dalam pemaparannya, Riesta Anggarani menegaskan, pemerintah terus mendorong kesuksesan implementasi program B30.
"Khususnya dalam memastikan semua BBM jenis minyak solar yang ada di dalam negeri dicampur dengan biodiesel sebesar 30 persen," ungkap Riesta. Sementara untuk program mandatori B40 hingga saat ini masih dalam tahap pengkajian.
Sedang Mohammad Rachman Hidayat, Shell Asia Pacific Product App Specialist mengungkapkan data dan pengalaman, Shell menganjurkan untuk menggunakan engine oil dengan standar API-CI4 yang terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi jelaga hasil pembakaran dari bahan bakar B30 atau lebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/shell-expertconnect.jpg)