Persebaya Surabaya

Pemain Asing Persebaya Surabaya Terus Digenjot Latihan Fisik

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso menuturan, penundaan Liga 1 2021 ini dimanfaatkan tim Bajul Ijo guna memperbaiki kondisi fisik pemain asing

Editor: Fatkhul Alami
Persebaya
Bruno Moreira sedang berusaha memulihkan kondisi fisik di Persebaya Surabaya 

Aji meminta, Rendi Irwan dkk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tengah-tengah pandemi Covid-19. Ini supaya para pemain Persebaya tidak terpapar virsus corona.

"Pak Candra Wahyudi, (manajer Persebaya) sudah menyampaikan kepada tim untuk memperketat protokol kesehatan. Tidak boleh longgar supaya kita benar-benar aman," pinta Aji.

Waspada Covid-19

Persebaya Surabaya tidak keberatan dengan mundurnya Liga 1 2021.

Jadwal pertandingan diundur, menyusul kebijakan PPKM Darurat sebagai upaya menurunkan kasus penyebaran COVID-19.

Program tersebut berlangsung mulai dari tanggal 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.

Menurut wacana, Liga 1 kemungkinan bisa berjalan pada akhir bulan atau sampai waktu yang ditentukan.

Menyikapi adanya PPKM Darurat, Persebaya akan mengikutinya dan mematuhi segala peraturan.

Kembali bisa masuk dan berlatih di Stadion 10 Nopember Surabaya disambut senang pemain Persebaya Surabaya. Bajul Ijo kembali melakukan latihan di Stadion gelora 10 Nopember Tambaksari, Selasa (27/4/2021)
Kembali bisa masuk dan berlatih di Stadion 10 Nopember Surabaya disambut senang pemain Persebaya Surabaya. Bajul Ijo kembali melakukan latihan di Stadion gelora 10 Nopember Tambaksari, Selasa (27/4/2021) (Surabaya.Tribunnews.com/Habibur Rohman)

Manajemen tim berjuluk Bajol Ijo juga berinisiatif meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat protokol kesehatan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kegiatan klub berjalan aman bagi semua pihak.

“Pastinya kami akan memperketat kegiatan. Pak Candra Wahyudi (Manajer Persebaya) sudah menyampaikan kepada seluruh pemain untuk memperketat protokol kesehatan. Tidak boleh longgar supaya benar-benar aman,” kata pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso dikutip dari Kompas.

Lebih lanjut, pelatih berusia 51 tahun ini menyebut kebijakan PPKM tak lantas mempengaruhi latihan.

Latihan bersama tetap berjalan secara tertutup dan jauh diperketat.

“Kalau anak-anak tidak ada yang keluar dari Surabaya, saya kira tidak ada dampaknya kebijakan PPKM ini,” tutur mantan pelatih Persela itu.

Persebaya memilih mengambil sisi positif dari kejadian yang berlangsung selama sepekan terakhir.

Menurut Aji, banyaknya waktu yang dimiliki timnya bisa dimanfaatkan untuk membenahi segala kekurangan.

“Dengan mundurnya ini, mau tidak mau kita harus bisa menerima, karena situasi seperti ini."

“Ada baiknya juga, jujur saja pemain asing saya jadi ada waktu untuk memperbaiki kondisi fisik mereka,” kata Aji Santoso mengakhiri.

Baca berita Persebaya Surabaya lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved