Rabu, 22 April 2026

Berita Surabaya

3.003 Peserta Pemegang KIP-K Ikuti Tes Mandiri di Universitas Airlangga Surabaya

Sebanyak 10.404 pendaftar akan mengikuti ujian ini dan tersebar dalam 10 sesi ujian dalam lima hari pelaksanaan ujian.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Unair via Kompas.com
Foto Ilustrasi Kampus Universitas Airlangga 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ujian seleksi Mandiri di Universitas Airlangga mulai digelar secara offline, Sabtu (26/6/2021).

Sebanyak 10.404 pendaftar akan mengikuti ujian ini dan tersebar dalam 10 sesi ujian dalam lima hari pelaksanaan ujian.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Ach Solihin mengungkapkan dari jumlah pendaftar mandiri tersebut, 3.003 di antaranya merupakan pendaftar pemegang KIP-K.

"Adanya pendaftar KIP K ini karena Unair memberikan kesempatan kepada masyarakat dari keluarga atau golongan tidak mampu yaitu pemegang KIP-K untuk mengikuti ujian mandiri ini,"urainya.

Dikatakan Solihin, kapasitas KIP-K di Unair yaitu 1.400 mahasiswa baru, tetapi kapasitas ini sudah terambil di jalur SNMPTN dan SBMPTN. Sehingga tersisa sekitar 300 mahasiswa baru untuk jalur mandiri.

Baca juga: RSU Dr Koesnadi Bondowoso Dirikan Tenda Darurat untuk Pasien yang Tunggu Hasil Swab PCR

"Tetapi kuota tersebut tergantung hasil tes peserta apakah memenuhi atau tidak dengan sebaran nilai peserta sesuai prodi yang dipilih,"lanjutnya.

Sebaran nilai ini,dikatakan Solihin tergantung jumlah peserta yang memilih prodi tersebut dan daya tampung prodi.

Jadi seleksi diambil berdasarkan nilai terbaik sebanyak daya tampung yang ada.

Sementara itu, daya tampung secara keseluruhan di kuota Mandiri yaitu 50 persen dari kapasitas karena Unair merupakan PTNBH.

Tetapi karena Unair sudah menerima lebih di jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Sehingga daya tampung mandiri disediakan sekitar 2.800 mahasiswa baru, menyesuaikan daftar ulang SBMPTN.

"Syarat utama ujian harus dalam kondisi sehat, salah satunya ditunjukkan dengan hasil rapid antigen negatif yang berlaku 3 hari sebelum ujian,"ujarnya.

Peserta juga harus mempersiapkan segala dokumen, mulai dari ijazah atau surat keterangan lulus dan kartu peserta.

"Di ujian hari pertama ini ada satu peserta yang ditolak karena tidak menunjukkan hasil swab antigen. Dan berarti gugur karena kami tidak menyiapkan ujian susulan,"tegasnya.

Solihin mengungkapkan pihaknya tegas menerapkan prokes, seperti saat tes ujian SBMPTN.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved