Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Sama-sama Sebar Hoaks Hukuman Dirut RS Ummi Bogor Lebih Ringan dari Rizieq Shihab, Ini Alasannya

Walaupun sama-sama dinyatakan bersalah menyiarkan berita bohong alias hoaks, namun vonis Dirut RS Ummi Bogor lebih ringan dari Rizieq Shihab.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/Tribunnews.com
Terdakwa Rizieq Shihab dalam sidang online maupun offline. Eksepsi Rizieq Shihab yang menyebutkan kata dungu dan pandir ditanggapi jaksa dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021). 

Sementara hal yang meringankan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yakni dr. Andi Tatat memiliki tanggungan keluarga, sebelumnya tidak terbukti melakukan tindak pidana.

"Profesi terdakwa sebagai dokter sangat dibutuhkan dalam masa pandemi Covid-19," ujar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membacakan pertimbangan meringankan amar putusan.

Atas putusan tersebut dr. Andi Tatat yang tidak ditahan sejak tingkat penyidikan atau berstatus tersangka mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Seperti Rizieq dan Muhammad Hanif Alatas yang jadi terdakwa dan divonis bersalah dalam kasus sama, dr. Andi Tatat menolak mengajukan grasi atau pengampunan kepada Presiden Indonesia.

"Setelah berdiskusi dengan penasihat hukum kami menyatakan mengajukan banding," tutur dr. Andi Tatat saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Divonis 4 tahun

Majelis Haki Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah kepada Rizieq Shihab dalam perkara tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab di RS UMMI Bogor.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Khadwanto mengatakan Rizieq terbukti bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Bahwa pernyataan Rizieq saat menyatakan dirinya sehat ketika dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 merupakan kebohongan karena hasil tes swab PCR-nya terkonfirmasi Covid-19.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun," kata Khadwanto di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved