Berita Malang Raya
Buah Kesemek Glowing Khas Kota Batu, Ukurannya Besar dan Rasanya Lebih Manis
Bedanya dengan kebanyakan kesemek pada umumnya, kesemek khas Kota Batu ini berukuran lebih besar. Diameternya bisa mencapai 7 cm.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Diceritakan Momon, kebiasaan merendam di air kapur adalah kebiasan orang Belanda.
“Saat itu, orang Belanda sedang membangun rumah dan menggunakan air kapur sebagai campuran. Ada buah kesemek yang jatuh ke situ, tidak lama kemudian diambil lalu dikonsumsi. Ternyata manis dan disukai, dari situlah berawal kebiasaan menggunakan air kapur,” terangnya.
Baca juga: Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Optimalkan Vaksinasi untuk Lansia di Kota Pasuruan
Namun kini dirinya tidak menggunakan air kapur. Momon menggunakan komposisi bahan makanan untuk membuat kesemek glowing.
Cara itu ia klaim sangat efektif menghilangkan getah dan membuat buah terlihat bersinar.
“Butuh waktu tujuh tahun untuk menemukan ramuan membuat kesemek glowing. Prosesnya memang direndam, tapi ada campuran bahan makanan yang tidak bisa saya jelaskan di sini,” ujar Momon.
Apa yang ia hasilkan saat ini bukan tanpa kegagalan.
Sebelum akhirnya menemukan ramuan yang betul-betul pas, Momoh berulang kali menjumpai kegagalan.
“Salah satunya, buahnya tidak bisa tahan lama. Dua hari saja sudah membusuk. Nah, kalau yang ini, jika di daerah dingin bisa bertahan dua minggu. Kalau daerah panas, semingguan,” kata Momon.
Kesemek asal Kota Batu diyakininya memiliki cita rasa lebih manis dan ukurannya lebih besar karena tumbuh di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Di samping itu, kontur tanah di Kota Batu sangat subur.
Buah kesemek panen setahun sekali. Dalam sekali panen, bisa menghasilkan hingga 100 ton.
Dalam sepekan, Momon bisa mengirim buah seberat 2.5 ton ke luar kota.
Kota-kota yang menerima kiriman kesemek glowing adalah Surabaya, Jakarta, Denpasar, Banjarmasin, Semarang, Lampung dan Makassar.
Sekali waktu diekspor ke Singapura oleh pihak kedua.
"Kami mematok harga Rp 20-25 ribu per kilonya yang berisi 5 sampai 6 buah kategori A. Kalau B Rp 12-15 ribu berisi 7 sampai 9 buah. Namun kami juga tetap melayani pesanan pasar tradisional dengan harga Rp 5 ribu per kilonya tapi bukan yang glowing,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sudarmono-menunjukan-buah-kesemek-yang-ia-hasilkan-dengan-ukuran-cukup-besar-khas-kota-batu.jpg)