Breaking News:

Travel

Berkunjung ke Kampung Batik Jetis Sidoarjo, Warna Mencolok Paling Banyak Diminati

Dikenal sebagai Kampoeng Batik Tulis, karena sebagian besar warga Kelurahan Jetis Kecamatan Sidoarjo ini adalah perajin kain batik.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sugiharto
Kampung batik Jetis Sidoarjo masih eksis dengan corak warna yang mencolok 

Menurutnya kain batik di kawasan Jetis ini timbul tenggelam.

Dalam ingatannya, baru tahun 2008 kampung kain batik Jetis ini mulai terangkat kembali.

“Saat itu para pegawai negeri diwajibkan untuk memakai baju batik jadilah mereka membeli kain dan pesan kain batik disini,” ungkapnya.

"Semua kain batik produksi sendiri, kalau produksinya di dalam sana," jelasnya.

Untuk pelanggannya, sebagian besar adalah orang Madura, Sidoarjo dan sekitarnya.

Beberapa pelanggannya juga datang dari luar kota seperti, Jakarta hingga ada yang datang dari Negara China, Jepang dan Korea.

Berapa harga yang ditawarkan, cukup terjangkau untuk selembar kain batik ditawarkan mulai Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah.

"Kalau harga macam-macam, ada yang Rp 150 ribu, Rp 200 ribu sampai jutaan, di tempat saya yang paling mahal ada Rp 800 ribu," lanjutnya.

Selain menjual kain batik, di kawasan Kampoeng Batik Tulis Jetis ini juga ada latihan membatik.

Proses pembuatan batik, mulai awal hingga jadi bisa diikuti siapa saja.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved