Berita Bondowoso

Plt Kepala Dinsos Bondowoso : Siddik yang Temui Baim Wong dapat Bantuan PKH dari Pemerintah Pusat

Plt. Kepala Dinsos Bondowoso, Saefuddin Suhri mengatakan ada 3 jenis bantun dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bagi warga disabilitas.

YouTube Baim Paula
Tangkap layar video di kanal YouTube Baim Paula. Saat Siddik tengah berbincang dengan Baim Wong. 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso telah melakukan pendataan para disabilitas.

Tak hanya itu, hingga kini bantuan bagi warga disabilitas juga diberikan sesuai prosedur dan aturannya yang ada.

Plt. Kepala Dinsos Bondowoso, Saefuddin Suhri mengatakan ada 3 jenis bantun dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bagi warga disabilitas.

Dari pemerintah pusat memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Komponen Disabilitas Rp 2,4 juta pertahun. Bantuan itu dicairkan tiap triwulan.

Berdasar data ada 265 keluarga difabel yang menerima bantuan PKH Komponen Disabilitas.

Lalu, adapula bantuan dari provinsi berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan dengan total penerima 68 keluarga.

"Kabupaten memberikan bantuan 14 kursi roda, kaki palsu 13 buah, dan 35 paket sembako selama 5 bulan, mulai Maret-Juli 2021," katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/6).

Sementara dalam video di kanal YouTube Baim Paula, Siddik warga Bondowoso yang meminta bantuan ke Baim Wong rupanya punya misi lain.

Ia tak hanya meminta bantuan bagi rekan-rekannya di komunitas disabilitas Bondowoso, melainkan juga meminta modal usaha tembakau sebesar Rp 10 juta.

Suhri mengkonfirmasi, bila nomenklatur anggaran modal usaha bagi penyandang disabilitas di Dinsos memang tidak ada.

Namun, apabila disabilitas membutuhkannya, kemudian berkomunikasi, Dinsos bakal berupaya menggandeng pihak lain untuk merealisasikan bantuan itu.

"Mungkin di dinas lain ada bantuan modal usaha bagi disabilitas. Di kami (Dinsos) tidak ada. Yg ada bantuan alat yang dibutuhkan dan pelatihan kerja," jelasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengkroscek bantuan pemerintah yabg turun untuk Siddiq.

Siddik menerima bantuan program sembako dari pusat atas nama istrinya. Kemudian juga mendapatkan bantuan PKH Rp 2,4 juta.

"Ia sudah mendapat bantuan dari pemerintah," ungkapnya.

Baca juga: Razia Warung Remang-remang di Kabupaten Lamongan, 4 PSK Ikut Diciduk Petugas

Ia menambahkan, data penyandang disabilitas Bondowoso bersifat fluktuatif. Selain itu ada kategorinya, yakni ringan, sedang, dan berat.

Kategori ringan, mereka masih bisa beraktivitas sehari-hari dengan bekerja.

Sedangkan berat, tak bisa bekerja dan tak bisa memenuhi kehidupannya sendiri.

Untuk itu, penyandang disabilitas kategori berat diprioritaskan, utamanya dalam mendapat bantuan dari provinsi.

"Total ada 95 orang difabel kategori berat yang menjadi prioritas Pemkab Bondowoso untuk mendapatkan bantuan. Tiap tahun kami update datanya. Kami meminta data ke desa-desa atau pendampingnya," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang penyandang disabilitas asal Bondowoso, Siddik, datang menemui Baim Wong.

Ia bahkan rela menjual sepada motornya seharga Rp 900 ribu agar bisa sampai Jakarta.

Kedatangan Siddik untuk meminta bantuan bagi rekan-rekannya yang tergabung dalam komunitas difabel Bondowoso kepada Baim Wong.

Kemudian, Baim Wong berupaya memastikan dengan menelepon salah satu ketua komunitas difabel Bondowoso.

Pria dalam sambungan telepon, yang disebut bernama Rozi membenarkan bila Siddik adalah sahabatnya.

Tak hanya itu, Rozi mengungkapkan bila koleganya itu emang sedari dulu punya niatan mulia untuk membantu anggota komunitas.

Sebab, mereka dipersulit untuk mendapat bantuan, utamanya sembako, oleh salah satu intansi di lingkup Pemkab Bondowoso.

Informasi yang dihimpun, Rozi merupakan ketua PPDI Bondowoso sedangkan Siddik menjabat sebagai bendaharanya.

SURYA.co.id telah mencoba mengkonfirmasi pengurus PPDI Bondowoso. Upaya mencari alamat Rozi pun telah dilakukan.

Rozy diketahui merupakan warga Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso.

Namun, pencarian itu tidak menemui hasil. Selanjutnya, Surya mencoba menghubungi salah satu anggota PPDI.

Ia masih mencoba membuat janji untuk wawancara dengan Ketua PPDI, Rozy, beserta pendamping.

BACA BERITA BONDOWOSO LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved