Kodam Jaya Kerahkan Pasukan Infanteri untuk Latihan Taktis, Jenderal Andika Perkasa Cek Kesiapan

Jenderal Andika Perkasa mengecek kesiapaan para prajurit infanteri Kodam Jaya yang akan dikerahkan untuk mengikuti latihan taktis.

Youtube TNI AD
Kodam Jaya Kerahkan Pasukan Infanteri untuk Latihan Taktis 

Simulasi itu telah dilakukan beberapa hari ini.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman didampingi Kasdam Jaya, Brigjen TNI M Saleh, dan seluruh Pejabat Utama Kodam Jaya menyaksikan langsung simulasi latihan Uji Siap Tempur tersebut.

Dudung Abdurachman mengatakan, pasukan yang terlibat dalam latihan UST Terintegrasi Jajaran Kodam Jaya TA 2021 seluruhnya berjumlah 922 prajurit.

Jumlah tersebut terdiri atas Satuan Yonif 203/AK, Yonkav 9/SDK, Yonarhanud 10/ABC, Armed 7/105 GS, Denzipur 3/ATD.

Ratusan pasukan Kodam Jaya, tank dan meriam yang dikerahkan dalam rangka Latihan Uji Siap Tempur (UST). Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga hadir. Simak profil dan biodatanya
Ratusan pasukan Kodam Jaya, tank dan meriam yang dikerahkan dalam rangka Latihan Uji Siap Tempur (UST). Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga hadir. Simak profil dan biodatanya (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Sedangkan untuk kendaraan tempur yang digunakan Anoa, Tank Scorpion, Meriam 155, Mistral, dan mobil Zihandak.

Menurut Dudung, latihan tempur ini sebagai antisipasi keadaan buruk sehingga perlu dilakukan persiapan.

Dia mengatakan, sebagai prajurit Kodam Jaya, harus berlatih terus agar fisik selalu prima.

"Dan tunjukkan kalian sebagai prajurit-prajurit yang profesional dan pantas sebagai prajurit pilihan bertugas di Kodam Jaya," ujarnya, seperti dikutip dari Kompas TV dalam artikel 'Prajurit TNI Latihan Tempur Kota Bawa Tank hingga Meriam, Pangdam Jaya: Kita Harus Siap'

Menurut dia, prajurit Kodam Jaya harus siap mengantisipasi terhadap situasi paling buruk sekalipun.

"Sebagai prajurit Kodam Jaya, kita harus siap," katanya lagi.

Dudung juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semangat yang ditunjukkan saat pelaksanaan Latihan UST Terintegrasi tersebut.

"Setelah latihan ini kalian kembali ke satuan dan tetap faktor keamanan yang diutamakan karena masih banyak tugas yang akan kita laksanakan," ujar Pangdam Jaya.

Dia menuturkan, kawasan Meikarta dipilih sebagai lokasi latihan perang karena memenuhi syarat.

Tempat itu ideal sehingga sangat baik untuk melakukan ajang latihan pertempuran kota.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved