Berita Lamongan

Update Kasus Covid-19 di Desa Sidodowo Kabupaten Lamongan, Dinkes Nilai Terkendali

Setelah diketahui lonjakan kasus Covid -19 di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Satgas Covid-19 segera bertindak cepat

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Kabupaten Lamongan
Petugas BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan dan lorong Desa Sidodowo Kabupaten Lamongan, secara merata, Jumat (4/5/2021) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Klaster Sidodowo yang sempat membuat lonjakan kasus Covid -19 di Lamongan Jawa Timur, dinilai Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik Hidayat selaku Koordinator Bidang Preventif Promotif Satgas Penanganan Covid -19 Lamongan masih terkendali.

Terkendalinya kasus Covid -19 di Lamongan ini tidak terlepas dari upaya baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri melalui Satgas Covid 19 dan dukungan masyarakat.

"Setelah diketahui lonjakan kasus Covid -19 di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Satgas Covid-19 segera bertindak cepat, " kata dr. Taufik Hidayat, Rabu (9/6/2021).

Rapat terbatas antara Bupati Yuhronur Efendi, Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono, dan Kapolres AKBP MikoIndrayana dilakukan dan segera melakukan peninjauan ke lapangan di hari yang sama.

Baca juga: Satlantas Polresta Malang Kota Gencar Lakukan Penindakan Motor Berknalpot Brong

Baca juga: Srikandi Polda Jatim Ikut Bagikan Masker dan Sembako ke Warga Kabupaten Bangkalan

Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan PPKM Mikro dilakukan keesokan harinya.

Menurut Taufik, selama penyekatan dan isolasi sejak 4 Juni 2021, kebutuhan sembako untuk masyarakat dicukupi. Vitamin dan obat-obatan juga disediakan.

Gerak cepat itu tidak terlepas dari upaya baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri melalui Satgas Covid -19 dan dukungan masyarakat.

"Alhamdulillah atas kerja sama semua pihak baik TNI, Polri, Satpol PP, tenaga kesehatan dan tentunya dukungan masyarakat yang tetap mematuhi penyekatan dan melakukan isolasi klaster Sidodowo ini terkendali sehingga saat ini Lamongan telah masuk pada zona kuning kembali,” kata Taufik.

Selama lockdown, masih kata Taufik, 225 personil gabungan TNI, Polri dan Satpol PP dikerahkan ke Desa Sidodowo yang diikuti dengan tenaga kesehatan dan ambulans untuk untuk melakukan pengobatan massal bagi masyarakat.

Selain itu, tracing juga dilakukan dan penyekatan di perbatasan Desa Sidodowo dengan daerah lain diperketat untuk menekan penyebaran Covid -19.

Dalam Apel Gelar Pasukan kemarin, Bupati juga telah memberikan instruksi untuk terus mengoptimalkan satgas di desa-desa, PPKM Mikro terus dikuatkan, jangan sampai menurun, tidak boleh kendor, penyekatan juga harus dilakukan secara masif.

Operasi protokol kesehatan agar tidak hanya dilakukan di kota saja tapi di tempat lain juga.

"Kita lakukan pencegahan dini agar tidak lagi terjadi peningkatan," katanya.

Dari data yang dihimpun sampai dengan 8 Juni 2021 pukul 19.00 wib, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di seluruh Lamongan bertambah 8 orang, sembuh 2 orang dan meninggal 2 orang sehingga kasus aktif bertambah 4 orang menjadi total aktif 47 orang.

Sementara, untuk mengindari kerumunan, pengobatan warga yang dilakukan ke Desa Sidodowo dilakukan secar Door To Door.

Selain pengobatan, kegiatan door to door ini dilakukan sembari membagikan bantuan pangan, masker dan pemberian vitamin.

BACA BERITA LAMONGAN LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved