Jumat, 17 April 2026

Press Release

Penjualan Suparma di Kuartal I/2021 Capai 31,8 Persen dari Target Hingga Akhir Tahun

SPMA optimis tahun ini ekonomi akan membaik dan bisa mendorong peningkatan belanja kertas yang merupakan lini usaha utamanya.

Foto Istimewa PT Suparma Tbk
Para Direksi PT Suparma Tbk saat RUPST dan RUPSLB, Senin (7/6/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Membaiknya ekonomi pasca pandemi covid 19 di tahun 2021 mendorong penjualan produk PT Suparma Tbk atau SPMA itu mengalami pertumbuhan yang positif.

Penjualan empat bulan pertama atau kuartal I tahun 2021 ini mampu tumbuh 13,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin (7/6/2021).

"Kenaikan penjualan ini disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas sebesar 6,0 persen dan naiknya kuantitas penjualan produk kertas sebesar 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020," jelas Hendro Luhur, Direktur SPMA.

Pencapaian penjualan bersih itu setara dengan 31,8 persen dari target penjualan bersih Suparma tahun 2021 yang sebesar Rp 2.545 miliar.

Kuantitas penjualan kertas Suparma yang naik sebesar 7,1 persen tersebut menjadi 67.951 MT dari semula sebesar 63.426 MT, atau setara dengan 33,3 persen dari target kuantitas penjualan produk kertas tahun 2021 yang sebesar 203.852 MT.

Baca juga: Warga RT 2 RW 8 Medokan Ayu Surabaya Budidayakan Rumput Odot untuk Pakan Hewan

Baca juga: Pria Tulungagung Tewas Tersengat Listrik saat Pasang Galvalum Masjid di Kabupaten Ponorogo

Baca juga: Video Viral Sopir Truk di Lumajang Enggan Beri Jalan Rombongan TNI Angkut Alutsista, Ini Kata Polisi

Sedangkan untuk hasil produksi kertas Suparma pada periode empat bulan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 17,0 persen dari semula sebesar 60.717 MT menjadi 71.029 MT atau setara dengan 33,2 persen dari target produksi kertas tahun 2021 yang sebesar 213.845 MT.

"Kami menargetkan penjualan bersih tahun 2021 sebesar Rp 2,6 triliun atau naik 23,8 persen dari capaian tahun 2020 lalu sebesar Rp 2.151,5 miliar," jelas Hendro.

SPMA optimis tahun ini ekonomi akan membaik dan bisa mendorong peningkatan belanja kertas yang merupakan lini usaha utamanya.

Bahkan rencana bisnis di tahun ini, SPMA akan mengoperasikan Mesin Kertas No 10 (PM 10) pada September 2021.

Mesin nomor 10 ini, nilai investasinya mencapai 32 juta dolar AS (USD) dan akan menghasilkan produk Wrapping Kraft, Hand Towel, dan MG Paper.

"Akan beroperasi secara komersial dengan target pasar 40 persen ke pasar luar negeri dan 60 persen ke pasar dalam negeri dengan kapasitas terpasang sebesar 54.000 MT. Sehingga total kapasitas terpasang Suparma mengalami peningkatan sebesar 21,5 persen dari semula 250.900 MT menjadi 304.900 MT," ungkap Hendro.

Dalam hasil RUPST dan RU

PSLB tersebut, Suparma membagikan dividen tunai
kepada para pemegang saham sebesar Rp 15,- per saham atau sebesar
Rp 31,719 miliar, setara dengan 20 persen dari laba bersih tahun 2020.
Dengan total saham sebesar 718.954.126 lembar saham.

Sementara itu dalam laporan kinerja tahun 2020, penjualan bersih Suparma pada tahun lalu mencapai Rp 2.151,5 miliar atau mengalami penurunan 14,4 persen dibandingkan dengan penjualan bersih tahun 2019.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved