Senin, 13 April 2026

Dapat Hadiah Emas 100 Gram, Pedagang ini  Bagi-bagi THR untuk Puluhan Penjual Nasgor Keliling

Pedagang kios kecil dari Bandung, Tuti Nurbaeti (54) memenangkan 100 gram emas murni dari Mi ABC Selera Pedas.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: mie abc
Pedagang asal Bandung, Tuti yang berhasil mendapat emas logam mulia 100 gram dari Mie ABC Selera Pedas dalam program kampanye PEDAS #SabarItuEmas.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Pedagang kios kecil dari Bandung, Tuti Nurbaeti (54) memenangkan 100 gram emas murni dari Mi ABC Selera Pedas.

Tuti memenangkan hadiah Kampanye Pesta Hadiah Emas (PEDAS) #SabarItuEmas pada Maret lalu.

Sebagian hadiah itu, dia berikan kepada para pelanggannya, yakni para penjual nasgor keliling, sebagai bingkisan THR Idul Fitri.

"Saya memulai berdagang dari anak bungsu belum genap berusia setahun, masih di gendongan. Sekarang, ia
sudah kuliah tingkat pertama, dan saya tidak terpikir untuk menutup toko," kata Tuti dalam rilis yang dikirimkan Mie ABC, Minggu (30/5/2021).

Tak hanya itu, tanpa ia sadari ternyata hadirnya toko memudahkan para penjual nasi goreng keliling di sekitar
lokasi untuk meneruskan usaha mereka.

Apalagi sebagian besar merupakan perantau dari luar Bandung yang harus bertahan mencari nafkah di kota besar.

Tak jarang, para penjual nasi goreng keliling di sekitar toko Tuti mengalami kesulitan berbelanja bahan baku karena ketiadaan modal.

Tuti pun dengan ikhlas memberikan piutang bahan, bahkan terkadang pinjaman uang, agar mereka bisa lanjut berjualan.

"Sebagai sesama pengusaha kecil, saya merasakan apa yang mereka alami ketika dalam kondisi penuh keterbatasan.

Terlebih di tengah pandemi seperti saat ini, dagangan para penjual nasi goreng keliling itu seringkali tak habis atau tak laku," ungkap Tuti.

Dengan kemampuan yang ada, dirinya tergerak untuk membantu.

Daripada meminjam modal dari tempat lain dan harus membayar bunga, lebih baik para penjual itu mengambil bahan baku dari toko Tuti secara kredit.

"Mereka bisa melunasinya dengan bertahap. Ini juga bentuk balasan kecil saya kepada mereka yang sudah menjadi pelanggan,” lanjut Tuti.

Tantangan pandemi juga dirasakan Tuti dan suami. Biasanya omzetnya berdagang mencapai jutaan rupiah per
bulan, tetapi kini hanya berkisar Rp 300.000 hingga Rp 1 juta.

Meski demikian, penurunan pendapatan yang drastis tersebut tak menyurutkan tekad Tuti dan suami untuk terus membantu para penjual nasi goreng keliling pelanggan mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved