Kamis, 7 Mei 2026

Pameran Properti 18 Negara di Surabaya, Target Rp100 Miliar

WPI targetkan transaksi Rp100 miliar di pameran properti internasional, tren investasi luar negeri meningkat.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sri Handi Lestari
TARGET RP 100 MILIAR - Dari kiri ke kanan : Bambang Budiono, Managing Director World Property Insight bersama Chariie Lim, Director of Training & Development World Property Insight, Yenny hendrawati, CEO Next Level Property, Erika Lee, Finance Director World Property Insight, dan Henry Nugroho, Project Director World Property Insight, saat hadir bersama di pameran properti internasional Global Property & Permanent Residence 2026 di Galaxy Mall 3, Selasa (5/5/2026). Pameran yang menampilkan produk properti dari 18 negara itu ditargetkan bisa mencatatkan transaksi senilai Rp 100 miliar selama pelaksanaan pameran mulai Senin (4/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • World Property Insight menargetkan transaksi Rp100 miliar dalam pameran Global Property & Permanent Residence 2026 di Surabaya.
  • Tren investasi properti luar negeri meningkat, terutama ke Malaysia dan Australia, dipicu kekhawatiran pelemahan rupiah.
  • Meski demikian, Indonesia tetap dilirik investor asing karena dianggap kawasan aman dan didukung kebijakan pemerintah.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - World Property Insight (WPI) menargetkan transaksi hingga Rp100 miliar dalam ajang pameran properti internasional Global Property & Permanent Residence 2026 yang digelar di Galaxy Mall 3, Surabaya. Pameran ini berlangsung mulai Senin (4/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026).

Dalam pameran tersebut, WPI menghadirkan berbagai pilihan investasi properti dari 18 negara, mulai dari apartemen, rumah tapak, hingga properti komersial seperti hotel dan resort.

Tren Investasi Properti Luar Negeri Meningkat

Director of Training and Development WPI, Charlie Lim, mengungkapkan tren investasi properti luar negeri meningkat seiring kekhawatiran masyarakat terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

“Banyak orang khawatir nilai uangnya turun, sehingga mencari alternatif investasi yang lebih stabil. Properti menjadi solusi karena selain bisa disewakan, nilainya juga cenderung naik setiap tahun,” ujar Charlie, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebut dalam dua tahun terakhir, pasar properti luar negeri yang paling diminati investor Indonesia adalah Malaysia dan Australia, disusul Jepang serta negara-negara Eropa seperti Spanyol dan Portugal.

“Misalnya di Malaysia, nilai ringgit naik dari Rp3.600 ke Rp4.400 per 1 ringgit. Itu saja sudah memberi keuntungan signifikan, belum dari sewa yang bisa mencapai 6–7 persen,” jelasnya.

Fakta Penting Pameran Properti:

  • Target transaksi mencapai Rp100 miliar
  • Menghadirkan properti dari 18 negara
  • Digelar di Galaxy Mall 3 Surabaya pada 4–10 Mei 2026
  • Tren investasi luar negeri meningkat karena pelemahan rupiah
  • Malaysia dan Australia jadi tujuan favorit investor
  • Indonesia tetap dilirik sebagai kawasan investasi aman

Ekspansi Global dan Diversifikasi Portofolio

Project Director World Property Insight, Henry Nugroho, menyampaikan bahwa portofolio perusahaan kini semakin beragam, termasuk di sektor hospitality.

"Saat ini kami tidak hanya apartemen atau rumah, tapi juga ada hotel 101 Global yang sekarang ada di Jepang," kata Henry.

Ia menambahkan ekspansi akan terus dilakukan ke berbagai negara.

"Tahun ini rencana buka di Australia, Jeddah, Madinah, Milan, dan Los Angeles. Kita sudah kerja sama dengan 18 negara dan mudah-mudahan bisa tembus lebih dari 20 negara," lanjutnya.

Henry juga menegaskan keuntungan investasi tidak hanya dari return, tetapi juga nilai tukar.

"Benefitnya selain return, juga dari kurs atau nilai tukar. Jadi investasi ada pilihan tidak hanya di dalam negeri tapi juga bisa keluar negeri," imbuhnya.

Indonesia Tetap Dilirik Investor

Meski tren investasi luar negeri meningkat, Managing Director World Property Insight, Bambang Budiono, menilai Indonesia tetap memiliki peluang besar.

"Kami ingin membantu pemerintah memajukan sektor properti. Lebih dari 50 persen proyek kami saat ini merupakan proyek domestik," jelas Bambang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved