Breaking News:

Berita Surabaya

Pantau Mobilitas Usai Lebaran di Kota Surabaya, Tempel Stiker di Rumah Warga yang Baru Mudik

Polisi menempelkan sebuah stiker di depan rumah warga yang baru datang mudik dengan tulisan "habis mudik, belum karantina, belum vaksin".

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Polsek Pakal Surabaya
Bhabinkamtibmas Polsek Pakal saat menempelkan stiker habis mudik di rumah warga pendatang dari luar kota Surabaya 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Setelah ramai beberapa warga pendatang Kota Surabaya yang nekat mudik Lebaran ke kampung halaman, kini mereka kembali ke Kota Pahlawan untuk menjalani rutinitas sebagai pekerja.

Tak ingin kecolongan, polisi membuat program pantau warga di tingkat mikro.

Mengerahkan bhabinkamtibmas polsek jajaran, Polrestabes Surabaga sedianya mengontrol aktivitas warga pendatang atau yang baru saja kembali ke Kota Surabaya dari kampung halaman mereka.

Warga yang baru datang mudik itu terpantau melalui sinergitas bhabinkamtibmas, babinsa dan perangkat kampung mulai RT hingga RW setempat.

Disana, polisi menempelkan sebuah stiker di depan rumah warga yang baru datang mudik dengan tulisan "habis mudik, belum karantina, belum vaksin".

Baca juga: Ada Dua Ekor Ular di Rumah Warga Kabupaten Trenggalek, Petugas Damkar Diturunkan

Baca juga: PPKM Mikro di Kabupaten Ponorogo Diperpanjang Hingga 31 Mei 2021

Baca juga: Gerindra Jatim Gelar Konsolidasi ke Daerah, Pacu Semangat Kader Sambut Pemilu 2024

Wakapolrestabes Surabaya,AKBP Hartoyo menyebut, program tersebut merupakan bentuk kepedulian polisi dalam mengontrol potensi penyebaran virus Covid-19 di Surabaya.

"Kami datangi dari rumah ke rumah. Data yang diberikan dari RT di tingkat mikro untuk kami kontrol agar yang bersangkutan, warga yang baru saja mudik patuh karantina dan swab. Setiap warga yang baru datang, wajib lapor kepada RT/RW setempat," kata Hartoyo, Senin (24/5/2021).

Perangkat kampung dan polisi kemudian akan mengarahkan warga yang datang dari luar kota itu untuk melaksanakan swab di Puskesmas domisili mereka.

"Jika ada yang tidak mau atau bandel. Maka akan kami tempeli stiker di rumahnya. Setelah karantina mandiri dan vaksin baru stiker itu kami lepas," imbuhnya.

Tujuan penempelan stiker itu adalah agar warga secara sadar tak menganggap remeh potensi sebaran virus yang tak kasat mata tersebut.

"Tetap kami kontrol. Kalau ada stiker di depan rumah kan lebih mudah mengontrolnya. Tetangga kanan kiri juga tahu dan hati-hati tentunya. Ini upaya semata-mata agar kita demua warga Surabaya sehat, selamat," tandasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved