Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Inilah Sosok Maidi, Walikota Madiun yang Dapat Pujian dari Presiden Joko Widodo dalam Atasi Covid-19

Inilah Sosok Walikota Madiun yang ramai diperbincangkan gara-gara kebijakan tak biasa, Penjara bagi mereka yang nekat mudik.

SURYA.co.id, Madiun - Selama dua tahun lebih, Kota Madiun dipimpin oleh Wali Kota Maidi. Ada banyak terobosan dan gagasan yang lahir dari pemikiran Maidi, yang telah banyak mengubah wajah Kota Madiun.

Satu di antaranya Jalan Pahlawan atau Pahlawan Street Center. Di sini Maidi mengganti saluran air di sepanjang Jalan Pahlawan dengan box culvert yang tidak hanya berfungsi sebagai pencegah banjir, namun juga digunakan sebagai pedestrian.

Di tempat itu, juga dibangun trotoar yang ramah bagi pejalan kaki, juga mempercantik tampilannya dengan menambahkan kursi, payung, dan tanaman bunga.

Perjuangan itu berbuah. Selama dua tahun dipimpin Maidi, Pemerintah Kota Madiun telah mendapatkan 67 penghargaan. Bahkan, Kota Madiun juga mendapat pujian dari Presiden RI Joko Widodo, karena dianggap berhasil dalam mengatasi Pandemi Covid-19, dengan cara intervensi berbasis lokal.

Maidi juga kerap membuat gagasan atau program yang kerap menjadi viral. Yang terbaru, Maidi menyiapkan tempat isolasi bagi warga yang nekat mudik di bangunan bekas Rumah Tahanan Militer yang dikenal angker.

Siapakah Maidi, dan apa saja gagasan serta ide yang telah mengubah Kota Madiun yang dahulu dikenal sebagai kota pensiun menjadi kota paling maju di Jawa Timur wilayah barat.

Simak wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network/Pemimpin Redaksi Harian Surya Febby Mahendra Putra dengan Wali Kota Maidi.

Pak, saya kebetulan orang asli Madiun, tapi sudah satu setngah tahun saya tidak pernah pulang ke Madiun karena takut corona. Tapi begitu saya datang ke Kota Madiun, saya terkejut melihat perkembangan dari kota ini, luar biasa, mirip Kota Jogja. Bapak bisa ceritakan siapa yang punya ide bikin Kota Madiun jadi indah ini?

Jadi begini, Kota Madiun ini sering dikatakan sebagai kota pensiunan, kota Madiun sering banjir, dari awal itulah bahwa saya harus bisa mengatasi banjir di Kota Madiun. Alhamdulillah sekarang tidak banjir. Saya membuat yang sekarang dikatakan trotoar ini, saya beri box culvert dalamnya dua meter, lebarnya tiga meter. Artinya ini tempat untuk penampungan air pada waktu hujan sebelum dibuang ke Sungai Bengawan.

Setelah ini jadi, satu sisi untuk penampungan air, satu sisi untuk Dak T, karena akan mengacu kota metropolis, tidak ada kabel macam-macam, nanti dimasukan di dalam.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved