Breaking News:

Ramadan 2021

Tips Psikolog agar Anak Tak Susah Bangun Sahur, Penting Atur Jadwal Tidur

Menurut Psikolog Stefani, orang tua harus membuat anak nyaman saat berpuasa, bukan malah membuat takut. 

surya.co.id/christine ayu nurchayanti
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Stefani Virlia MPsi Psikolog. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkadang, membangunkan anak untuk makan sahur membutuhkan tenaga ekstra.

Pasalnya, tidak semua anak mudah dibangunkan.

Tidak sedikit juga orang tua yang kesusahan membangunkan anak untuk makan sahur.

"Oleh karena itu, orang tua harus mengatur jam tidur anak agar tidak susah dibangunkan ketika sahur," ungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Stefani Virlia MPsi Psikolog.

Ia menyarankan agar orang tua membiasakan anak tidak tidur larut malam. Saat siang, usahakan anak tidur satu sampai satu setengah jam.

"Anak pun harus diberi penjelasan tentang sahur. Kalau perlu, pakai alarm. Sampaikan bahwa di jam tertentu, alarm tersebut akan berbunyi untuk membangunkan mereka," ia menguraikan.

Yang tidak kalah penting, orang tua tidak boleh mendadak saat membangunkan anak untuk makan sahur.

"Berikan anak waktu untuk bersiap sampai benar-benar siap makan. Satu jam sebelum waktu sahur, sudah mulai dipersiapkan. Jangan langsung dipaksa bangun," Stefani mengatakan.

Jika memang anak tidak bisa bangun, orang tua harus bijak. Karena masih dalam tahap belajar, anak tidak boleh dibentak.

"Orang tua jangan sampai emosi sampai marah-marah, yang ada suasana jadi tidak enak. Kalau memang tidak bisa bangun, ya sudah tidak perlu dipaksa," ungkapnya.

Jika anak sudah bangun, maka orang tua sebaiknya memberikan pemahaman dan mengajak diskusi. 

"Termasuk kalau anak tidak kuat berpuasa, jangan dipaksa. Jangan sampai puasa memberikan pengalaman yang traumatis bagi mereka," tutupnya.

Menurut Stefani, orang tua harus membuat anak nyaman saat berpuasa, bukan malah membuat takut. 

"Jelaskan dengan cara yang tepat dan sesuai. Daripada anak berbohong karena takut. Anak perlu belajar secara bertahap, trial dan error adalah hal wajar," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved