Minggu, 19 April 2026

Ramadan 2021

Sarung Buatan Warga Cerme Gresik Tembus Pasar Ekspor, Paling Diminati Bahan Sutra Motif Timbul

Bulan ramdan 2021 menjadi berkah bagi perajin sarung tradisional di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sarung tenun tanpa mesin itu tembus pasar Asia.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
surya.co.id/willy abraham
H Rochim menunjukkan sarung sutera produksinya di rumahnya Desa Jambu, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis (22/4/2021).  

SURYA.co.id | GRESIK – Bulan ramdan 2021 menjadi berkah bagi perajin sarung tradisional di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sarung tenun tanpa mesin itu bahkan tembus pasar Asia.

Hal ini disampaikan langsung oleh pengusaha sarung H. Abd Rochim (62) warga Desa Jambu Kecamatan Cerme.

Dia telah 24 tahun dia menggeluti usaha turun temurun dari ayahnya.

Memperkerjakan belasan pegawai, dia mampu menjual 10 kodi sarung setiap pekan.

Memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, orderannya bisa meningkat hingga 4 kali lipat, bahkan sampai sampai semua stok di gudang pasti ludes terjual.

Pembelinya tidak hanya berasal dari dalam negeri, sarung produksinya juga diminati pasar luar negeri.

“Ekspor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Arab Saudi. Selain ekspor  pasar lokal juga ramai.

Harga sekitar Rp 400 ribu yang ekspor itu,” ucapnya, Kamis (22/4/2021).

Sarung produksi pria yang kerap disapa Abah Rochim, semuanya dikerjakan secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), dan dikerjakan di rumahnya di Desa Jambu, Kecamatan Cerme.

Industrinya juga membuat sarung eksklusif, dari bahan utama sutera timbul yang dijualnya seharga Rp 1,3 juta.

Yang lebih mahal lagi, bahan sutera motif Songket.

”Harganya memang mahal, karena untuk membuatnya seorang pekerja butuh waktu 2 minggu untuk menghasilkan 3 buah sarung sutera timbul,” tambahnya.

Pada ramadan 2021  ini, kata Abah Rochim, motif sarung yang diminati adalah bahan sutera bentuk timbul.

“Motif ramadan kali ini motif songket dan timbul,” kata dia.

Dia menjual barang produksi sarungnya tanpa merek, karena yang menjualnya adalah pedagang Arab dari kawasan Ampel Surabaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved