Breaking News:

Ramadan 2021

Sarung Buatan Warga Cerme Gresik Tembus Pasar Ekspor, Paling Diminati Bahan Sutra Motif Timbul

Bulan ramdan 2021 menjadi berkah bagi perajin sarung tradisional di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sarung tenun tanpa mesin itu tembus pasar Asia.

surya.co.id/willy abraham
H Rochim menunjukkan sarung sutera produksinya di rumahnya Desa Jambu, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis (22/4/2021).  

Yang lebih mahal lagi, bahan sutera motif Songket.

”Harganya memang mahal, karena untuk membuatnya seorang pekerja butuh waktu 2 minggu untuk menghasilkan 3 buah sarung sutera timbul,” tambahnya.

Pada ramadan 2021  ini, kata Abah Rochim, motif sarung yang diminati adalah bahan sutera bentuk timbul.

“Motif ramadan kali ini motif songket dan timbul,” kata dia.

Dia menjual barang produksi sarungnya tanpa merek, karena yang menjualnya adalah pedagang Arab dari kawasan Ampel Surabaya.

Usaha sarung yang dilakoni Abah Rochim, adalah turunan dari ayahnya.

Dulu, ayahnya adalah seorang pekerja di sebuah industri sarung milik orang Arab di kawasan Pulopancikan Kota Gresik.

Setelah merasa memiliki ilmunya, dan mampu mandiri, pada tahun 1970 orang tua Abah Rochim mendirikan usaha sarung di rumah mereka di Desa Jambu.

Pada tahun 1997, Abah Rochim memberanikan diri membuka usaha sendiri meski usahanya masih di desa yang sama.

Dari tujuh bersaudara, enam orang memiliki usaha sarung. Sedangkan seorang adiknya memilih menjadi guru.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved