Kapal Selam Nanggala Hilang

Puisi Ari Junaedi untuk KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak, 'Monster Laut yang Tabah Sampai Akhir'

Inilah puisi Ari Junaedi yang dibuat untuk segenap kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang saat ini hilang kontak di laut Bali.

Kolase Tribunnews dan surya.co.id/ahmad zaimul haq
Pengamat komunikasi politik dari UI, Ari Junaedi (kiri) dan KRI Nanggala 402 (kanan). Ari menuliskan puisi untuk KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Inilah puisi Ari Junaedi yang dibuat untuk segenap kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang saat ini hilang kontak di laut Bali.

KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi.

Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Potret Penampakan KRI Nanggala 402 saat sejumlah pejabat menerima salam komando usai pemberian anugerah brevet kapal selam
Potret Penampakan KRI Nanggala 402 saat sejumlah pejabat menerima salam komando usai pemberian anugerah brevet kapal selam "Hiu Kencana" di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Sabtu 18 Oktober 2014 silam. Brevet tersebut diberikan sebagai warga kehormatan kapal selam TNI AL karena dinilai turut berjasa memajukan TNI-AL. (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

Baca juga: 5 Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Cari KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak, Berikut Kehebatannya

Baca juga: Sosok Letkol Laut Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala 402 yang Hilang, Lulusan Jerman, Karir Moncer

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menulis sebuah puisi yang ia dedikasikan untuk segenap kru KRI Nanggala 402.

Di awal tulisannya, Ari mengaku kalau adik mendiang ayahnya merupakan pensiunan kelasi KRI Pasopati, kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Soviet.

Ari menyebutkan bahwa pamannya itu kerap bercerita soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam.

"Adik mendiang Ayah saya, adalah pensiunan kelasi KRI Pasopati - kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Sovyet.

Di usia senjanya yang kini berusia 90 tahun dan tinggal di Madiun, Jatim kerap bertutur soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam." tulis @drarijunaedi, Kamis (22/4/2021).

Ari kemudian menulis beberapa bait puisi yang ditujukan untuk para "monster laut" di KRI Nanggala 402.

"Puisi ini saya tulis untuk para "monster laut" yang kini berkalang laut di Perairan Selat Bali.

"NANGGALA"

Dalam gelap dan hening

Bersemayam di palung terdalam

Namun semangat korsamu, terus membara

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved