Kapal Selam Nanggala Hilang
Puisi Ari Junaedi untuk KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak, 'Monster Laut yang Tabah Sampai Akhir'
Inilah puisi Ari Junaedi yang dibuat untuk segenap kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang saat ini hilang kontak di laut Bali.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Inilah puisi Ari Junaedi yang dibuat untuk segenap kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang saat ini hilang kontak di laut Bali.
KRI Nanggala 402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi.
Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

Baca juga: 5 Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Cari KRI Nanggala 402 yang Hilang Kontak, Berikut Kehebatannya
Baca juga: Sosok Letkol Laut Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala 402 yang Hilang, Lulusan Jerman, Karir Moncer
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menulis sebuah puisi yang ia dedikasikan untuk segenap kru KRI Nanggala 402.
Di awal tulisannya, Ari mengaku kalau adik mendiang ayahnya merupakan pensiunan kelasi KRI Pasopati, kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Soviet.
Ari menyebutkan bahwa pamannya itu kerap bercerita soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam.
"Adik mendiang Ayah saya, adalah pensiunan kelasi KRI Pasopati - kapal selam yang dibeli Bung Karno dari Uni Sovyet.
Di usia senjanya yang kini berusia 90 tahun dan tinggal di Madiun, Jatim kerap bertutur soal kebanggaannya menjadi awak kapal selam." tulis @drarijunaedi, Kamis (22/4/2021).
Ari kemudian menulis beberapa bait puisi yang ditujukan untuk para "monster laut" di KRI Nanggala 402.
"Puisi ini saya tulis untuk para "monster laut" yang kini berkalang laut di Perairan Selat Bali.
"NANGGALA"
Dalam gelap dan hening
Bersemayam di palung terdalam
Namun semangat korsamu, terus membara