Breaking News:

Berita Surabaya

Arahkan Karier Anak Sesuai Minat dan Bakat Sejak Remaja

Banyak kasus pendidikan anak terbengkalai karena bukan menjadi minatnya, melainkan dorongan orang tua.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Webinar Smamda
Prof Dr Yusti Probowati, psikolog Universitas Surabaya 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pengenalan minat dan bakat anak sejak remaja diperlukan untuk mengarahkan karir mereka.

Pasalnya banyak kasus pendidikan anak terbengkalai karena bukan menjadi minatnya, melainkan dorongan orang tua.

Prof Dr Yusti Probowati, psikolog Universitas Surabaya mengungkapkan sejak remaja anak sudah terlihat minat dan bakatnya.

Jadi sebenarnya karier anak sudah mulai bisa dikembangkan sejak SMP.

"Pernah saya menemui mahasiswa yang tidak passion di Farmasi, tetapi dipaksa orang tuanya. Tak hanya d farmasi, di jurusan lainnya juga banyak. Akhirnya mereka tidak berminat menjalaninya bahkan ada yang mau DO," ujarnya dalam Webinar Parenting yang digelar SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Terjaring Polisi, 120 Motor Milik Penonton dan Pemuda yang Balap Liar di Jalan Kabupaten Pamekasan

Baca juga: Jembatan Penghubung di Desa Beton Menganti Kabupaten Gresik Nyaris Ambruk

Baca juga: Berburu Es Permen Karet dan Kurma Jelang Buka Puasa di Kampung Arab Surabaya

Sehingga peranan orang tua dalam studi lanjut anak yaitu mengarahkan, bukan memaksa.

Orang tua juga harus membuka pandangannya, stigma orang IPA lebih bagus dari pada orang IPS merupakan hal yang salah.

"Kalau sejak awal sudah paham bakat anak ini ke mana maka akan lebih muda untuk mengarahkan. Jadi orang tua harus memberikan wawasan karier dan mendukung pilihan anak,"ujarnya.

Webinar parenting ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru Smamda.

Kepala Smamda, Astajab menjelaskan bahwa kegiatan parenting ini akan sangat bermanfaat bagi orang tua calon siswa.

"Semoga setelah kegiatan parenting ini orang tua tidak lagi bingung atau ragu untuk memilihkan studi lanjut untuk putra putrinya," ungkap Astajab.

Lebih lanjut, Ia berharap akan lebih banyak orang tua yang mendaftarkan putra putrinya ke Smamda.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved