Rabu, 8 April 2026

Berita Surabaya

Unair Optimistis Vaksin Merah Putih Dapat Diproduksi Massal pada Akhir 2021

Menurut laporan yang dia terima, uji coba pertama vaksin merah putih Unair pada hewan berjalan sukses.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi petugas medis menyiapkan vaksin covid-19 yang hendak disuntikkan. Vaksin merah putih Unair siap diproduksi massal. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Vaksin Merah Putih saat ini sedang melalui tahap uji coba pada hewan transgenik.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad Nasih optimistis vaksin Merah Putih untuk Covid-19 dapat diproduksi massal pada akhir 2021.

Menurut laporan yang dia terima, uji coba pertama yang dilakukan kepada hewan tersebut berjalan sukses.

"Secara teknis tidak ada masalah. Kalau produksi itu urusan pemerintah dan industri, tapi secara teknis pada laporan terakhir hewan yang disuntik vaksin sehat-sehat saja, tidak ada yang berdampak signifikan," katanya.

Meski begitu, tahap uji coba terhadap hewan tersebut belum selesai.

Prof Nasih mengakui pihaknya sempat mengalami kendala untuk mendatangkan hewan transgenik dari Amerika Serikat.

"Mendatangkan hewan dari Amerika itu ternyata tidak mudah. Waktu yang dibutuhkan panjang. Setelah sampai di Jakarta pun harus dikarantina.

Sehingga bayangan kami tanggal 15 Maret bisa mulai, ternyata harus mundur 1 April. Pada April pun hewannya masih dikarantina sehingga belum bisa dipakai," ujarnya.

Baca juga: Tiga Hari Dibuka, Pendaftar PPDB SMP Jalur Zonasi di Kota Blitar Hampir Penuhi Pagu

Baca juga: Bongko Kopyor, Jajanan Legendaris Asal Gresik yang Sering Disajikan saat Berbuka Puasa

Alhasil, penyuntikan vaksin kepada hewan transgenik pun baru bisa dilakukan pada tanggal 9 April lalu.

Prof Nasih menjelaskan hewan transgenik harus didatangkan dari Amerika Serikat karena di Indonesia belum ada hewan khusus untuk uji coba.

"Di Amerika Serikat semuanya telah siap. Kami ingin vaksin ini standarnya internasional biar bisa diakui WHO.

Kami juga ingin ini berjalan lancar dan berharap agak diam-diam dulu, mudah-mudahan dua bulan untuk uji coba hewan lancar, sehingga bulan Juli atau Agustus bisa mulai uji klinis," ujarnya.

"Beberapa waktu lalu di media, Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengisyaratkan bahwa dua bulan setelah pelaksanaan uji klinis vaksin bisa dikeluarkan.

Kami berharap itu benar ditepati sehingga pada bulan Oktober atau November bisa dimanfaatkan," pungkasnya.

Diungkapkannya, pengembang vaksin Merah Putih yakni Unair, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada telah melakukan pertemuan dengan BPOM pada Senin (12/4/2021) lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved