Minggu, 12 April 2026

Ramadan 2021

Hukum Mencium Istri Saat Puasa Ramadan, Hati-hati Bisa Batalkan Puasa

Apa hukum mencium istri saat puasa Ramadan? Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad. Jika tidak hati-hati bisa batalkan puasa.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID
Ilustrasi - Bulan Ramadan, selama menjalanjan Puasa Ramadan 2021 terdapat sejumlah larangan yang bisa membatalkan puasa. Ini hukum mencium istri saat puasa Ramadan. 

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah

SURYA.CO.ID - Saat menjalankan puasa, termasuk Puasa Ramadan umat Muslim harus menahan hawa nafsu yang bisa membatalkan puasa.

Salah satunya adalah berhubungan badan bagi suami istri di siang hari. Sementara hukuman apabila melanggarnya cukup berat.

Yaitu harus memerdekakan budak, puasa dua bulan terus menerus dan memberi makan 60 orang miskin.

Lantas bagaimana hukum mencium istri saat puasa Ramadan atau sebaliknya istri menciun suami, Apakah hal tersebut membatalkan puasa? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya.

Baca juga: Bacaan Niat, Tata Cara dan Doa Salat Dhuha 2 Rakaat, Pahala Serupa Sedekah

Baca juga: Doa Buka Puasa Ramadan yang Benar Menurut Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Baca juga: Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah? Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad Tentang Kebenarannya

Sebelum itu, berikut sejumlah hal yang bisa membatalkan puasa.

Berikut hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja

Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh bisa membatalkan puasa.

Lubang yang dimaksud bukan hanya mulut, namun seluruh lubang di dalam tubuh.

2. Memasukkan benda ke dalam salah satu jalan

Maksudnya adalah kemaluan dan dubur. Jika benda yang masuk ke dalam salah satu lubang tersebut, akan membatalkan puasa. Memasukkan obat sekalipun.

3. Muntah secara disengaja

Muntah secara disengaja bisa membatalkan puasa. Jika tidak disengaja, maka puasa tetap sah, seperti dalam hadis berikut:

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa dikalahkan oleh muntah maka tidak ada qadha' baginya. Barangsiapa muntah dengan sengaja, maka hendaknya ia meng-qadha'nya," (HR Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah, Baihaqi dan al-Hakim dari Abu Hurairah).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved