Sabtu, 2 Mei 2026

Sosok Nasir Abbas Eks Teroris yang Beber 10 Sumber Dana Jamaah Islamiyah (JI), Kisah Hidupnya Miris

Berikut ini profil Nasir Abbas, eks pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang mengungkap 10 sumber pendanaan aksi terorisme di Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Musahadah
zoom surya.co.id
Nasir Abbas, Eks Kombatan Jamaah Islamiyah (JI) yang beber 10 sumber dana teroris. Berikut profil dan biodatanya. 

SURYA.CO.ID - Berikut ini sosok Nasir Abbas, eks teroris pentolan JI (Jamaah Islamiyah) yang mengungkap 10 sumber pendanaan aksi terorisme di Indonesia. 

Nasir Abbas yang juga Ketua Jamaah Islamiyah Mantiqi ke-III Wilayah Asia Tenggara mengungkapkan, dana JI ini dipakai untuk mendanai gerakan teroris di berbagai negara. 

Termasuk mengirimkan sejumlah anggota JI secara berkala untuk mengikuti akademi militer di Afganistan dan Filipina.

Hal itu diungkapkan Nasir Abbas, dalam wawancara eksklusif via Zoom bersama wartawan surya.co.id, Minggu (14/3/2021).

"Kalau tidak punya banyak uang enggak mungkinlah menggerakkan anggota JI yang berada di wilayah berbeda lintas negara lagi. Enggak mungkin juga membentuk pelatihan militer di Filipina dan mengirim orang ke Afganistan atau Syria," katanya. 

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Mantan Kombatan Ungkap Sumber Dana Jamaah Islamiah untuk Biayai Aksi Teror

Baca juga: Sosok Kompol YC, Oknum Perwira Polisi Nyabu di Dalam Mobil Dinas: Karir Moncer, Eks Kasat Resnarkoba

Berikut sumber pendanaan Jamaah Islamiyah:  

1) Iuran (infak) sesama anggota

2) Infak bersifat Sodaqoh

3) Infak yang dihimpun dari setiap acara dakwah

4) Infak Fisabilillah

Abbas menerangkan, infak tersebut bertujuan untuk mendanai Mujahidin yang berperang di negara yang tengah dilanda konflik.

"Apakah itu untuk membeli senjata, memberi perlengkapan perang, untuk bantuan pangan, pakan, pakaian," tuturnya.

5) Hasil bisnis unit usaha

Sebagian besar anggota JI dari Malaysia  adalah kalangan pengusaha. Sejak tahun 1993 atau awal JI dibentuk, hasil dari sirkulasi keuangan unit bisnis tersebut, juga masuk ke kantong pengurus organisasi JI.

"Mereka yang melihat peluang-peluang usaha yang menguntungkan itu diberikan kepada JI, sehingga kemudian cepat mendapatkan untungnya," jelasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved